Cari

Cardiac Save

Help Your Heart To Get The Best Beat

Cardiac Save : Rempah Berikut Baik Untuk Kesehatan Jantung Anda

Selalu-Sehat-Dengan-Rempah-Rempah

Menjaga kesehatan jantung amatlah penting, mengingat jantung adalah organ vital yang menjadi pusat kehidupan. Sayangnya, saat ini banyak sekali orang yang kurang memperhatikan kesehatan jantung. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya orang yang mengidap penyakit jantung pada berusia produktif. Penyebab utamanya adalah gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat.

Penyakit jantung mempunyai porsentase sebesar 30%  (sekitar 7,3 juta) dari 17 juta kasus kematian di dunia. Data WHO pada tahun 2011 memperkirakan jumlah kematian akibat penyakit jantung (terutama jantung koroner) di Indonesia mencapai 243. 048 kasus atau setara dengan 17,05% dari total kematian di Indonesia.

Sebenarnya, penyakit jantung dapat dihindari dengan menerapkan gaya hhidup yan sehat, seperti rutin berolahraga, mengurangi konsumsi makanan berlemak tinggi, menghindari stres dan despresi, cukup istirahat, tidak merokok, menghindari alkohol, dan memperbanyak konsumsi air putih. Selain itu, untuk menjaga kesehatan jantung, anda juga dapat memanfaatkan rempah-rempah.

Dikutip dari top10homeremedies, berikut rempah-rempah yang baik untuk kesehatan jantung anda:

  1. Bawang Putih

Bawang putih merupakan  rempah-rempah yang digunakan sebagai bumbu masakan. Di dalam bawang putih terkandung senyawa alilin, alicin, dan minyak atsiri yang berperan sebagai anti bakteri, zat anti inflamasi, dan anti trombotik.

Bawang putih terkenal dengan manfaatnya untuk menjaga kesehatan jantung. Dalam Reader Digest dikatakan bahwa terdapat 10 penelitian yang menyatakan bawang putih mampu menurunkan kadar kolesterol buruk (LDL) hingga 11%. Selain itu, bawang putih juga mencegah pembentukan plak pada pembuluh arteri. Mengonsumsi bawang putih 1 hingga 2 siung sehari dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

  1. Kunyit

Kunyit merupakan jenis rempah-rempah yang mampu memberikan warna kuning pada masakan. Kunyit mempunyai kandungan anti iflamasi dan antioksidan kuat yang berperan untuk melindungi tubuh dari efek radikal bebas. Kandungan curcumin di dalam kunyit dapat mencegah teroksidasinya kolesterol LDL yang dapat merusak pembuluh darah arteri. Selain itu, kunyit juga berkhasiat meningkatkan kesehatan jantung, memperlancar sirkulasi darah, mencegah pembekuan darah (trombus) dan pembentukan plak, serta mencegah serangan jantung. Anda dapat mengonsumsi kunyit dengan mencampurnya dalam susu setiap harinya guna menjaga kesehatan jantung.

 

  1. Jahe

Jahe mengandung minyak atsiri berupa zingiberena (zingirona), zingiberol, bisabolena, kurkumen, gingerol, filandrena, dan resin pahit. Kandungan minyak atsiri di dalam jahe berperan sebagai anti inflamasi dan menurunkan kadar kolesterol LDL.

Selain itu, kandungan gingerol berperan sebagai antikoagulan yang berkhasiat dalam membuat pembuluh darah menjadi lebh relaks dan melancarkan aliran darah ke jantung sehingga dapat mencegah serangan jantung dan stroke. Anda dapat mengonsumsi jahe dengan mencampurnya ke dalam susu. Konsumsilah sebanyak 2 kali sehari untuk menjaga kesehatan jantung.

  1. Bawang Merah

Bawang putih mengandung flavonglikosida, protein, kalsium, lemak, fosfor, vitamin B1, dan vitamin C. Kandungan di dalam bawang merah berkhasiat untuk menjaga kesehatan pembuluh darah arteri koroner dan menaikkan kadar kolesterol baik (HDL). ½ suing bawang merahh dapat menaikkan kadar kolesterol HDL hingga 20-30%.

***

http://www.cardiacsave.com

Cardiac Save : Jantung Seorang Wanita Biasanya Berdetak Lebih Cepat Dari Pria

Jantung merupakan organ vital yang berperan sebagai pusat kehidupan. Jantung berdetak sebanyak 100.000 kali setiap hari dan memompa 7.570 Liter darah ke seluruh tubuh. Dimana pada umumnya, jantung wanita berdenyut lebih cepat daripada pria. Denyut rata-rata jantung manusia adalah 72 denyut per menit. Sedangkan pada wanita, denyut jantung mencapai sekitar 178 denyut per menit.

Jantung wanita berdenyut lebih cepat daripada pria

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2000, diungkapkan bahwa wanita memiliki ukuran jantung yang lebih kecil dibandingkan pria. Jantung wanita berukuran lebih kecil 25% dibandingkan jantung pria. Sehingga jantung perempuan cenderung berdenyut lebih cepat dalam memompa darah ke seluruh tubuh, yaitu 6 kali lebih banyak dari denyut jantung pria.

Kondisi ini juga mempengaruhi ukuran pembuluh darah wanita. Ukuran pembuluh darah wanita juga lebih kecil dibandingkan pria. Sehingga apabila seorang wanita menderita penyakit jantung, maka gejala yang ditimbulkan juga cenderung berbeda dari gejala penyakit jantung pada pria.

Pada umumnya, gejala serangan jantung pada pria ditandai dengan nyeri dada (angina), nyeri pada lengan kiri dan leher. Sedangkan pada perempuan, gejala yang terjadi adalah nyeri pada bagian ulu hati, sakit rahang, sakit punggung, nyeri leher, sesak nafas, dan mudah lelah. Sayangnya, keluhan yang terjadi pada perempuan tersebut seringkali tidak disadari sebagai gejala serangan jantung. Sehingga cenderung terdiagnosis pada tahap yang sudah parah dan meningkatkan risiko kematian mendadak.

Meskipun berdenyut lebih cepat, jantung wanita lebih kuat daripada pria

Jangtung wanita dikatakan lebih kuat daripada pria, karena wanita mempunyai hormon estrogen yang mampu melindungi kesehatan pembuluh darah dan jantung. Pada umumnya, risiko penyakit jantung pada wanita meningkat tinggi pada saat memasuki usia menopause.Hal ini dikarenakan produksi hormon estrogen berkurang saat mencapai usia menopause.

Hormon estrogen ini berfungsi menguatkan dan memperbaiki dinding pembuluh darah, mencegah terjadinya asterosklerosis (penebalan dinding pembuluh darah) dan penyempitan pembuluh darah arteri. Hal ini dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung.

Jadi, selama wanita mempunyai kondisi normal (hormon yang normal, rahim sehat, siklus menstruasi lancar), maka kemungkinan besar wanita tersebut dapat terhindar dari penyakit jantung koroner pada usia sebelum menopause.

Penyebab Penyakit Jantung

Kendati wanita berusia muda telindungi oleh hormon estrogen, namun bukan berarti wanita yang belum memasuki masa menopause terbebas 100% dari risiko penyakit jantung. Karena faktor-faktor risiko penyakit jantung (seperti pengidap diabetes, hipertensi, dan obesitas) dapat menghilangkan proteksi dari hormon estrogen sebelum menopause. Di Amerika, terdapat 9000 kasus serangan jantung yang terjadi pada perempuan di bawah umur 45 tahun.

Secara umum, penyakit jantung disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat yaitu mengonsumsi makanan tinggi kolesterol seperti makanan cepat saji, soft drink, makanan kaleng, jeroan, dan lain-lain. Selain itu, kurang bergerak dan faktor genetik juga dapat menjadi pemicu penyakit jantung.

Beberapa perbedaan faktor risiko penyakit jantung antara wanita dan pria, yaitu:

  • Perempuan perokok mempunyai risiko terserang jantung 2 kali lebih besar daripada laki-laki perokok
  • Stres, despresi, dan kejadian traumatis pada perempuan lebih meningkatkan risiko terserang penyakit jantung daripada laki-laki
  • Sindrom metabolik yang terjadi pada perempuan meningkatkan risiko serangan jantung lebih besar daripada laki-laki

http://www.cardiacsave.com

Cardiac Save : Menelan Aspirin Saat Kondisi Stres Bisa Mengurangi Potensi Serangan Jantung

obat

Penyakit jantung pada umumnya diatasi dengan penggunaan obat-obatan dan perawatan medis. Namun tahukah anda, menelan aspirin pada saat kondisi stres bisa mengurangi potensi serangan jantung. Bahkan American Heart Association juga merekomendasikan aspirin untuk penderita jantung yang berisiko tinggi mengalami serangan jantung.

Lalu, apakah aspirin itu?

Aspirin merupakan asam asetil salisilat (asetosal), obat turunan dari senyawa salisilat yang sering digunakan sebagai analgesik (mengatasi rasa nyeri), anti inflamasi (anti peradangan), dan anti piretik (mengatasi demam).

Aspirin telah digunakan sejak  tahun 3000 SM. Pada tahun 1915, aspirin mulai beredar bebas di pasaran. Pada umumnya, aspirin dikonsumsi untuk meredakan nyeri, demam, peradangan, obat sakit gigi, dan obat pusing.

Di samping itu, aspirin juga mempunyai sifat antikoagulan (anti penggumpalan) sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi penggumpalan darah. Aspirin dapat digunakan dengan dosis rendah dalam jangka waktu lama untuk mencegah serangan jantung.

Dari tahun ke tahun, aspirin banyak diteliti tentang manfaatnya untuk mencegah terjadinya serangan jantung. Pada tahun 1948, aspirin sudah dinyatakan mampu mengurangi risiko serangan jantung. Pada tahun 1988, sebuah studi oleh Dr. Charles Hennekens menyatakan bahwa aspirin berguna untuk menurunkan risiko serangan jantung dan penyakit kardiovaskular. Pada tahun 1998, studi lain mengungkapkan bahwa pengonsumsi aspirin dalam dosis rendah yang dikombinasikan dengan obat  hipertensi mampu mengurangi risiko serangan jantung pada pasien yang juga mengidap hipertensi.

Beberapa penelitian tentang manfaat aspirin untuk mengurangi risiko serangan jantung

  • Pada tahun 2005, penelitian yang diterbitkan pada New England Journal of Medicine memaparkan bahwa aspirin dapat mencegah serangan jantung, khususnya pada pria yang tidak perna menunjukkan gejala penyakit jantung sebelumnya. Sedangkan bagi wanita, aspirin mampu mengurangi risiko serangan jantung saat wanita berusia di atas 65 tahun.
  • Penelitian oleh Sean Nordt di University of California, San diego mengungkapkan bahwa aspirin kunyah lebih efektif dalam mencegah serangan jantung. Hal ini dikarenakan aspirin kunyah lebih cepat diserap dibandingkan dengan aspirin tablet yang langsung ditelan.

Apabila tidak ditemukan aspirin kunyah, ia menyarankan agar pasien mengunyah aspirin talet sebelum ditelan. Tujuannnya untuk mempercepat kerja aspirin dalam proses pengenceran darah.

Cara Kerja dan efek samping Aspirin dalam mengatasi serangan jantung

Penyebab utama penyakit jantung adalah penumpukan plak dan penggumpalan darah di dalam pembuluh arteri koroner. Hal ini menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga menghalangi aliran darah ke jantung. Akibatnya, jantung pun akan kekurangan suplai darah yang menggandung oksigen. Apabila kondisi ini berlangsung cukup lama, maka sel-sel jantung akan mati dan memicu serangan jantung.

Aspirin berperan sebagai anti penggumpalan darah. Menggonsumsi aspirin dapat membantu proses pengenceran darah,  sehinggga darah dapat mengalir lancar ke jantung. Kendati demikian, aspirin juga mempunyai efek samping bagi tubuh.

Secara umum, efek samping dari mengonsumsi aspirin adalah iritasi lambung, gangguan pencernaan, mual, muntah, hingga pendarahan. Sedangkan pada penderita asma, mengonsumsi aspirin dapat menyebabkan asma semakin memburuk.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk mengonsumsi aspirin, sebaiknya konsultasikan pada dokter terlebih dahulu. Aspirin akan lebih aman dikonsumsi apabila sesuai dengan resep dokter.

http://www.cardiacsave.com

Cardiac Save : 1 Orang Meninggal Tiap 1 Menit Sekali Karena Penyakit Jantung

shutterstock_3614341

Penyakit jantung adalah penyakit yang mengancam jiwa seseorang. Sebuah fakta mengungkapkan bahwa setiap 30 detik terdapat orang terserang penyakit jantung, dan 1 orang meninggal tiap 1 menit sekali karena penyakit jantung.

Penyakit jantung lebih berisiko terhadap laki-laki berumur di atas 40 tahun dan wanita menopause. Berdasarkan data Heart Association 2002, serangan jantung telah menjadi penyebab nomor 1 kematian dibandingkan penyakit kanker paru-paru, kanker payudara, stroke, dan AIDS. Data WHO pada tahun 2011 memperkirakan jumlah kematian akibat penyakit jantung (terutama jantung koroner) di Indonesia mencapai 243. 048 kasus atau setara dengan 17,05% dari total kematian di Indonesia.

Serangan jantung merupakan kondisi hilangnya fungsi jantung karena hilangnya pasokan suplai darah bersih. Pada umumnya hal ini dialami oleh seseorang yang mengidap penyakit jantung koroner. Serangan jantung dapat terjadi kapan saja dan mengakibatkan kematian mendadak.

Salah satu penyebab terjadinya kematian mendadak adalah diagnosis yang terlambat pada pengidap penyakit jantung. Oleh karena itu, sebaiknya anda harus mengenali gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit jantung, sehingga dapat melakukan tindakan medis sedini mungkin.

Beberapa gejala penyakit jantung yang sering terjadi, yaitu:

  • Nyeri dada kiri (angina pektoris)
  • Jantung berdebar-debar (denyut jantung tidak beraturan atau aritmia)
  • Sesak Nafas
  • Mudah Lelah dan Mudah berkeringat
  • Mual
  • Pembengkakan (Biasanya pada perut dan pergelangan kaki)
  • Rasa cemas berlebih
  • Rasa sakit pada bagian tangan, bahu, siku, punggung, dan leher
  • Sakit kepala
  • Mudah pingsan

Penyakit jantung banyak diderita oleh orang yang mengidap diabetes, hipertensi, dan obesitas. Seseorang yang mempunyai kadar glukosa tinggi dalam darah mempunyai risiko terserang jantung koroner lebih tinggi, yaitu 4 hingga 8 kali. Sedangkan pada penderita hipertensi, risiko terserang jantung koroner menjadi  2 kali lipat dibandingkan orang sehat.

Apabila penyakit jantung tidak segera ditangani, maka akan menimbulkan berbagai akibat yang cukup serius, seperti stroke, gagal jantung, gagal ginjal, sampai Infark jantung (serangan jantung). Terjadinya serangan jantung ini dapat berisiko menyebabkan kematian mendadak.

Untuk menghindari timbulnya serangan jantung, beberapa hal yang harus dilakukan adalah:

  • Lakukan olahraga secara teratur
  • Batasi konsumsi makanan berkolesterol tinggi
  • Batasi konsumsi makanan yang mengandung kadar gula tinggi
  • Hindari merokok (seseorang yang menghisap rokok 4 batang sehari dapat meningkatkan risiko serangan jantung hingga 50%.)
  • Hindari minuman berakohol
  • Lakukan pengukuran kadar kolesterol, tekanan darah, dan gula darah secara berkala
  • Hindari keadaan despresi yang berlarut-larut

Menjaga kesehatan jantung sangat berkaitan erat dengan menjaga pola makan kita. Beberapa makanan yang baik untuk jantung antara lain adalah makanan yang mengandung omega-3 (ikan tuna, ikan salmon), makanan yang mengandung magnesium (padi-padian, kacang-kacangan, polong-polongan, dan sayuran hijau), makanan yang mengandung asam folat atau vitamin B (kacang-kacangan, sayur bayam, asparagus, kacang merah, brokoli, buh jeruk, dan buah alpukat), serta makanan tinggi antioksidan (buah delima, teh hijau, jeruk, bayam, buah bit, kurma).

***

http://www.cardiacsave.com

Cardiac Save : Tertawa Terbahak-Bahak, Jantung Lebih Sehat

20555-hati-hati-tertawa-terbahak-bahak-bisa-menyebabkan-kematian-114241

Tertawa itu sehat!

Ya, hal itu memang benar. Bukan hanya sekedar mitos, tetapi juga telah diteliti oleh para ahli. Dengan tertawa, maka pikiran akan rileks dan terhindar dari stres. Biasanya seseorang akan tertawa saat melihat kejadian lucu, menonton film komedi, atau sedang gembira. Tertawa sendiri dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu tertawa tenang dan tertawa terbahak-bahak.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tertawa terbahak-bahak merupakan tertawa yang paling menyehatkan, termasuk bermanfaat untuk kesehatan jantung. Dengan tertawa terbahak-bahak, maka jantung lebih sehat.

Inilah beberapa alasan, mengapa tertawa terbahak-bahak dapat membuat jantung lebih sehat:

  • Saat seseorang tertawa terbahak-bahak, maka tubuh akan merangsang produksi hormon endorfin (hormon bahagia) yang mempengaruhi kesehatan jantung.
  • Membuat endotel (dinding pembuluh darah menjadi lebih rileks), sehingga mengurangi risiko terjadinya asterosklerosis (penebalan dinding pembuluh darah). Dimana asterosklerosis ini adalah pemicu utama penyakit jantung koroner.
  • Membantu pelebaran pembuluh darah, sehingga darah dapat mengalir lancar ke jantung tanpa ada rasa nyeri dada.
  • Meningkatkan aliran darah cukup lama, yaitu sampai 45 menit sesudah tertawa. Hal ini dapat mengurangi risiko terserang jantung dan stroke.
  • Mampu menjaga kesehatan jantung tetap prima, setara dengan seseorang yang melakukan olahraga aerobik.

Pemaparan oleh Dr. Lee Bark, ahli imunologi dari Loma Linda University, California, Amerika Serikat, tertawa mampu mengurangi produksi 2 hormon pemicu stres, yaitu hormon epinefrin dan kortisol. Kedua hormon tersebut dapat menghalangi proses penyembuhan penyakit.

Meningkatnya hormon epinefrin akan merangsang kenaikan tekanan darah dan denyut jantung, serta meningkatkan risiko kerusakan dinding pembuluh darah. Kondisi tingginya tekanan darah (hipertensi) dan rusaknya pembuluh darah dapat menganggu aliran darah ke jantung, sehingga kinerja jantung pun menjadi terhambat

Meningkatnya kadar kortisol dalam darah akan memperbesar kemungkinan terjadinya penumpukan plak di pembuluh darah arteri. Terbentuknya plak pada dinding pembuluh arteri menyebabkan tingginya risiko serangan jantung koroner.

Dr. Lee Bark menambahkan, dengan tertawa sekitar 5 hingga 10 menit dengan periode 5 kali dalam sehari dapat meningkatkan kekebalan tubuh, menyehatkan jantung, dan menekan produksi hormon pemicu stres (epinefrin, kortisol). Pada saat tertawa, otak akan merangsang pengeluaran hormon endorfin, serotonin (anti despresi) yang memberikan suasana positif pada pikiran , serta melatonin yang dapat memberikan ketenangan bagi tubuh dan pikiran.

Selain menyehatkan jantung, tertawa juga mempunyai beberapa manfaat lain, seperti:

  • Meningkatkan kekebalan tubuh
  • Menjaga sistem pernafasan agar berkerja baik
  • Mencegah penuaan dini
  • Membakar kalori tubuh (10-40 kalori dalam 15 menit), sehingga baik untuk membantu diet
  • Meningkatkan rasa percaya diri
  • Mencegah despresi

Nah, sekarang anda sudah tahukan? Cukup dengan tertawa terbahak-bahak setidaknnya 15 menit dalam sehari, maka akan diperoleh jantung yang lebih sehat.  Tertawa tidak perlu dipaksakan dan jangan berlebihan. Tertawa yang muncul  begitu saja secara spontanlah yang mampu menjaga organ jantung dari penyakit-penyakit yang membahayakan.

Tertawa dapat membuat jantung sehat tanpa biaya yang mahal, bahkan gratis. Seseorang yang bahagia dan sering tertawa, maka jantungnya akan lebih sehat dan cenderung terhindar dari penyakit.

Tertawa memang baik, tetapi ingat! jangan tertawa di atas penderitaan orang lain ya..

Bentuk Jantung Pada Tiap Orang Berbeda-Beda

3d_printed_heart

Jantung merupakan organ vital yang menjadi pusat pengatur kehidupan manusia. Selain itu, jantung kerapkali digunakan sebagai lambing cinta. Apabila jantung berhenti berkerja, maka berhentilah seluruh kinerja organ-organ lain di tubuh kita. Atau dengan kata lain, kita akan mengalami kematian.

Anatomi dan fisiologi jantung telah lama diteliti di dalam dunia kedokteran. Jantung merupakan organ muscular yang mempunyai bentuk kerucut dan alas berbentuk bundar. Jantung terletak pada bagian dada dan diapit oleh 2 paru-paru. Jantung mempunyai 4 buah ruang berongga, yaitu 2 buah atrium (serambi) dan 2 buah ventrikel (bilik). Pada umumnya, ventrikel jantung di sebelah kiri lebih besar daripada di sebelah kanan, serta mempunyai denyut yang lebih terasa. Oleh karena itu biasanya para dokter yang memeriksa jantung kita, selalu meletakkan stetoskopnya pada dada sebelah kiri.

Jantung mempunyai ukuran yang berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung bobot tubuhnya. Pada umumnya, jantung mempunyai panjang sekitar 12,5 cm dan lebar sekitar 9 cm (seukuran kepalan tangan orang dewasa). Sedangkan berat jantung bergantung pada ukuran tubuh, jenis kelamin, usia, dan kondisi atletis. Dimana pada umumnya, berat jantung berkisar antara 255 gram hingga 340 gram. Biasanya seorang atlet mempunyai berat jantung yang lebih besar. Sedangkan pada seseorang yang berusia lanjut, berat jantungnya semakin ringan.

Beberapa studi menunjukkan bahwa bentuk jantung pada setiap orang berbeda-beda. Seseorang yang berbadan gemuk mempunyai bentuk jantung yang beragam. Sedangkan orang yang bertubuh kurus dan tinggi, cenderung mempunyai bentuk jantung yang ramping dan panjang.

***

Jantung menerima suplai darah yang mengandung oksigen dari pembuluh darah arteri koroner. Kemudian darah tersebut akan dipompa ke seluruh tubuh untuk menunjang kinerja organ-organ lain. Pada penderita jantung koroner, pembuluh darah arteri koroner mengalami penyempitan sehingga aliran darah ke jantung pun terhambat. Hal ini mengakibatkan jantung tidak dapat berkerja sebagai mana mestinya.

Pada orang yang mempunyai kelainan penyakit jantung, anatomi jantungnya juga berbeda dari orang normal. Biasanya berupa hilangnya saluran tertentu dan ketidaksempurnaan sekat jantung. Biasanya hal ini dialami oleh orang yang menderita cacat jantung sejak lahir.

Sedangkan pada orang yang menderita hipertensi dan jarang bergerak, biasanya akan menimbulkan gejala jantung bengkak. Ukuran jantung menjadi lebih besar dari ukuran jantung orang normal. Jantung yang bengkak mengakibatkan penderitanya mudah sesak nafas dan berkeringat karena kinerja jantung yang semakin berat.

Untuk menghindari terjadinya gangguan-gangguan pada jantung, maka sebaiknya kita menerapkan pola hidup yang sehat. Mengingat jantung adalah organ terpenting dalam tubuh dan sebagai pangkal kehidupan. Kebiasaan sehat yang dapat dilakukan untuk melindungi jantung dari berbagai penyakit adalah:

  • Olaharaga Teratur
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat (brokoli, kacang merah, bayam)
  • Mengonsumsi makanan tinggi antioksidan (buah delima, teh hijau, jeruk, bayam, buah bit, kurma)
  • Mengonsumsi makanan berserat (biji-bijian, kacang-kacangan, gandum, sereal, buah-buahan, dan sayuran)
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung omega 3 (ikan salmon, ikan tuna)
  • Membatasi konsumsi makanan tinggi kolesterol
  • Membatasi konsumsi makanan tinggi gula
  • Berhenti merokok
  • Menghindari stes dan despresi
  • Menghindari konsumsi minuman berakohol

http://www.cardiacsave.com

Jantung Koroner Dan Penyebabnya

pengobatan-jantung-koroner-tanpa-operasi

Penyakit jantung koroner menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia sekarang ini. Data terakhir yang disebutkan Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO), penyakit jantung koroner dan serangan jantung mendadak masih berada di urutan teratas pembunuh manusia di negara-negara maju. Penyakit jantung koroner dan serangan jantung mendadak menyumbang 60 persen dari seluruh angka kematian.

Persentase kematian yang diakibatkan penyakit jantung koroner ini di negara-negara berkembang, khususnya di Indonesia, mengalami peningkatan. Data yang  dikeluarkan Badan Litbang Kementerian Kesehatan, prosentase kematian akibat penyakit jantung meningkat dari 5,9 persen pada tahun 1975 menjadi 9,1 persen pada tahun 1986, dan  meningkat lagi 19,0 persen pada tahun 1995. Beberapa ahli mengungkapkan, penyakit jantung koroner sekarang sudah menjadi epidemi global, tak mengenal jenis kelamin, negara dan sosial ekonomi.

Memang akhir-akhir ini, pasien penyakit jantung mengalami peningkatan, khususnya di kota-kota besar. Hal tersebut tidak lepas dari gaya hidup sehari-hari orang-orang di kota besar yang penuh tekanan akibat pekerjaan dan tak mengenal waktu. Juga, istirahat yang sangat kurang, tidak teratur, rokok, serta pola makan tidak sehat juga menjadi pemicunya.

Meskipun penyakit ini lazimnya menyerang orang-orang yang relatif sudah berumur 50 tahun ke atas, tapi tidak boleh dijadikan alasan untuk mengendurkan kewaspadaan dan pengetahuan mengenai  penyakit ini sebab penyakit jantung koroner nermula dari kelalaian dalam menjalani hidup ketika masa muda. Faktor lain yang menjadi pemicu penyakit jantung adalah kolesterol tinggi, obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes mellitus.

Obesitas bisa menjadi penyebab penyakit jantung karena terlalu banyak makan. Penyakit jantung koroner juga bisa dari keturunan, jika ada salah satu anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit  jantung koroner, maka kecenderungan akan terkena resiko menjadi lebih besar. Tapi, penyebab paling dasar dari penyakit jantung koroner adalah kelainan metabolisme.
Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyakit jantung akibat rusaknya dinding pembuluh darah. Kerusakan dinding pembuluh darah tersebut karena beberapa faktor seperti radikal bebas yang ada di dalam rokok dan polusi, tingginya kolesterol, diabetes, hipertensi, kebiasaan merokok dan lain sebagainya.

Kolesterol yang tertimbun di dinding dalam pembuluh darah, bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga aliran darahpun tersumbat. Akibatnya adalah fungsi jantung menjadi terganggu. Jantung harus bekerja lebih keras lagi dalam memompa aliran darah.
Semakin lama, arteri-arteri koroner tersebut semakin sempit dan bahkan mengeras. Inilah yang disebut dengan aterosklerosis.

Faktor resiko penyebab penyakit jantung yang berupa radikal bebas. Radikal bebas merupakan ion molekul tanpa pasangan yang terikat pada molekul lain yang mengakibatkan molekul/zat tadi menjadi rusak atau berubah sifat. Contohnya sel-sel pembuluh darah menjadi lekas mati atau pembuluh darah jadi semakin menyempit. Sel-sel yang berubah sifat misalnya sel-sel kanker.

Sumber radikal bebas contohnya:

Asap rokok
Polusi udara
Polusi kimiawi lingkungan seperti semprotan nyamuk, inteksida, cat dsb
polusi elektromagnetik, contohnya radiasi handphone, layar tv, layar monitor dll
Polusi dari dalam tubuh sendiri, contohnya diabetes

Penyakit jantung koroner bisa mengakibatkan:
– Penyakit gagal jantung. Penyakit gagal jantung adalah penyakit jantung akibat dari ketidak mampuan jantung memompa darah secara efektif untuk dialirkan ke seluruh tubuh.
– Aritmia, yaitu suatu ketidak teraturan irama detak jantung.

Orang-orang yang beresiko terkena serangan penyakit jantung antara lain:

Laki-laki yang berusia di atas 45 tahun akan mengalami peningkatan resiko terkena serangan penyakit jantung. Sedangkan wanita mengalami peningkatan resiko setelah berusia 55 tahun.
Para pengidap kolesterol tinggi
Pengidap tekanan darah tinggi
Para penderita diabetes
Perokok, baik aktif maupun pasif
Penderita kelebihan berat badan atau obesitas
Kurangnya waktu istirahat

http://www.cardiacsave.com

Cardiac Save, Obat Jantung Koroner Yang Ampuh Dan Aman

Logo_cardiac_,master

Salah satu penyakit jantung yang paling umum dan sering diderita oleh masyarakat adalah penyakit jantung koroner. Penyebab dari penyakit jantung koroner adalah penyempitan pada pembuluh darah arteri koroner yang diakibatkan adanya tumpukan kolesterol dan protein lain di dalam pembuluh darah tersebut. Penumpukan kolesterol ini akan membentuk plak pada rongga pembuluh darah. Sehingga pembuluh darah menjadi kaku dan aliran darah ke jantung mengalami hambatan, keadaan tersebut biasa dikenal dengan istilah “aterosklerosis”.
Dalam dunia medis, penyakit jantung koroner biasanya diatasi dengan pemasangan ring (stent), operasi bypass, hingga pengonsumsian obat-obatan kimia sintesis. Namun seiring dengan perawatan yang diberikan, penanganan-penanganan tersebut juga memberikan efek samping bagi tubuh.

Efek samping pemasangan Ring Jantung
Pemasangan ring jantung biasanya memakan biaya yang cukup mahal, mulai dari 30 juta hingga 80 juta (tergantung jenis ringnya), itu pun hanya untuk 1 ring. Jika anda mengalami penyumbatan di beberapa titik pada pembuluh darah, maka ring yang dipasang pun harus lebih dari satu. Pada umumnya pemasangan ring hanya bertahan 5 hingga 7 tahun, setelah itu dapat terjadi risiko penyempitan kembali (restenosis) pada pembuluh darah arteri.

Efek samping operasi Bypass
Operasi Bypass merupakan operasi yang menggunakan pembuluh darah dari bagian tubuh lain untuk dibuat bypass (jalan pintas) pada arteri yang mengalami penyempitan. Pasca melakukan operasi bypass, pasien diharuskan mengonsumsi obat pengencer darah agar pembuluh darah bypass dapat bertahan cukup lama. Komplikasi yang dapat terjadi pasca operasi bypass antara lain adalah rasa nyeri, penurunan curah jantung, pendarahan, infeksi luka, dan perubahan tekanan darah.

Efek samping obat-obatan kimia sintesis
Penyakit jantung biasanya diobati dengan pengonsumsian obat-obatan, seperti aspirin reguler, obat penurun kolesterol, beta-blocker, pengambat ACE (angiotensinconverting enzyme), dan lain-lain. Penggunaan obat-obatan tersebut harus sesuai dengan resep dokter. Kendati demikian, obat-obatan kimia sintesis juga mempunyai efek samping. Sebagai contoh aspirin yang memiliki efek samping berupa sesak nafas, mual, muntah, gangguan fungsi hati, ginjal, dan sebagainya.

Solusi Mengatasi Jantung Koroner secara AMPUH dan AMAN dengan ‘Cardiac Save’
Mengingat mahalnya biaya dibutuhkan untuk operasi, serta adanya efek samping yang ditimbulkan dari pengonsumsian obat-obatan kimia sintesis, maka masyarakat pun mulai melirik pengobatan secara alami. Dimana pada umumnya, pengobatan secara alami ini tidak hanya mengatasi penyakit tertentu saja, tetapi juga memberikan manfaat lain untuk kesehatan tubuh.

Pengobatan jantung koroner dapat dilakukan secara aman dengan serangkaian produk ‘Cardiac Save’ yang diproduksi oleh klinik Al KINDI HERBAL. Cardiac save merupakan program medis yang efektif untuk penanganan penyakit jantung secara alami dengan menggunakan paket obat herbal berkhasiat.
Cardiac Save mampu mengatasi jantung koroner dengan bahan-bahan alami yang bersahabat bagi tubuh dan tanpa menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Lalu apa sajakah produk dari Cardiac Save? Simak ulasan berikut ini:

Bromekine
Bromikine mengandung ekstrak buah nanas (Ananas comomus) seberat 437,2 mg pada tiap kapsulnya. Didalam buah nanas terkandung enzim bromelein yang berfungsi untuk mencegah terjadinya arteriosklerosis melalui pengenceran darah dan penguraian sumbatan di pembuluh darah, baik yang dikarenakan lemak ataupun gangguan pembekuan darah.
Obat herbal Bromekine ini pernah ditawar oleh pasar farmasi sebesar 16 milyar rupiah.

Ganodio
Ganodio berperan mendukung fungsi kerja jantung dengan meningkatkan daya angkut oksigen dalam setiap sel darah merah serta sebagai pertahanan sel-sel darah agar tidak mengalami kerusakan. Ganodio juga berfungsi untuk mengurangi efek nyeri dan sesak pada penderita jantung koroner.

Collanide
Collanide merupakan obat herbal yang mengandung senyawa likopen aktif, sebagaimana yang kita dapakan pada buah tomat. Kandungan Likopen pada setiap kapsul Collanide setara dengan yang terkandung pada 6 buah tomat.
Kandungan likopen berperan dalam memperbaiki integritas endotel, melindungi oksidasi kolesterol jahat (LDL) yang dianggap sebagai penyebab utama aterosklerosis, mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah, meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki elastisitas pembuluh darah, menghentikan proses aterosklerosis, serta mencegah penuaan dini.

CordyPine dan Omega-3
CordyPine berfungsi untuk mempercepat metabolisme kolesterol di dalam tubuh. Sedangkan produk Omega-3 berfungsi untuk meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam tubuh. Kedua produk tersebut (CordyPine dan Omega-3) sangat dianjurkan untuk dikonsumsi secara bersamaan agar diperoleh hasil yang optimal dalam menurunkan kadar kolesterol.

Arthosis
Arthosis merupakan produk herbal yang mengandung 48 nutrisi untuk meregenerasi sel-sel jantung yang telah mengalami kerusakan. Dimana proses penyembuhan jantung dengan Arthosis membutuhkan waktu selama 6 bulan hingga 2 tahun. Proses penyembuhan ini memang sedikit lama, karena bahan-bahan yang terdapat di dalam Arthosis adalah bahan alami. Namun setelah masa penyembuhan tersebut, anda akan memperoleh kondisi jantung yang benar-benar sehat kembali.
***
Serangkaian produk herbal dari program ‘Cardiac Save’ diatas diperuntukan untuk mengatasi penyakit Jantung koroner. Selain itu, klinik Al Kindi Herbal juga menyediakan obat herbal untuk mengatasi hipertensi (tekanan darah tinggi). Dimana hipertensi ini merupakan penyebab utama munculnya penyakit jantung koroner.

Haivask
Mengingat bahwa hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah penyebab utama dari penyakit jantung koroner, maka program cardiac save juga menyediakan produk herbal untuk mengatasi hipertensi. Haivask terbuat dari kumis kucing, seledri, dan bawang putih yang berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah dan menurunkan risiko hipertensi.

Sedangkan untuk pencegahan terhadap penyakit jantung koroner, dapat diatasi dengan produk herbal ‘Teh Bolong.’

Teh Bolong
Teh Bolong mengandung senyawa antioksidan yang tinggi sehingga mampu mencegah penyakit jantung koroner. Kandungan dalam Teh Bolong berkerja dengan cara menghalangi Nitric Oxide bertemu dengan oksidan aktif agar tidak terbentuk peroxide nitric. Sehingga integritas endotel pun menjadi lebih kuat, dan lemak tidak dapat menyelinap masuk ke dalam pembuluh darah. Atau dengan kata lain mencegah terjadinya aterosklerosis.
*Pengonsumsian Teh Bolong tidak disarankan untuk pengidap gagal jantung dan gagal ginjal.

http://www.cardiacsave.com

Awas, Kejadian Traumatis Bisa Picu Serangan Jantung Pada Wanita

Young woman in pajamas having heart attack

Penyakit jantung koroner  merupakan penyakit yang diakibatkan oleh pengerasan pembuluh darah arteri (asterosklerosis) atau penggumpalan darah (thrombus) yang menyebabkan aliran darah menuju jantung menjadi terhambat. Sehingga jantung kekurangan suplai darah dan mengalami gangguan dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Apabila penyakit jantung koroner tidak segera diatasi, maka dapat berakibat fatal seperti serangan jantung hingga kematian mendadak.

Sebagian besar penyakit jantung koroner diderita oleh kaum pria. Sedangkan pada wanita yang berusia muda, risiko terserang penyakit jantung koroner cukup rendah. Hal ini dikarenakan wanita mempunyai hormon estrogen, sedangkan pria tidak mempunyainya.

Hormon estrogen berfungsi untuk melindungi dinding pembuluh darah, mencegah asterosklerosis (penebalan dinding pembuluh darah), serta meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol buruk (LDL). Oleh karena itu, kesehatan pembuluh darah dan jantung pada wanita berusia muda lebih terjaga.

Namun, untuk seorang wanita yang telah mencapai fase menopause, kadar hormon estrogen mengalami penurunan. Sehingga risiko terserang jantung koroner pun meningkat. Selain itu, gejala penyakit jantung koroner pada wanita sulit disadari. Sehingga seringkali terlambat terdeteksi dan menyebabkan serangan jantung mendadak.

Beberapa penyebab serangan jantung koroner pada wanita adalah:

1. Penurunan hormon estrogen saat pasca menopause.
2. Penderita obesitas (kegemukan)
3. Penderita diabetes melitus dan kencing manis mempunyai risiko 2 kali lipat terserang jantung koroner
4. Perokok (wanita perokok mempunyai risiko 6-9 kali lipat, sedangkan pria 4-6 kali lipat)
5. Faktor genetik (keturunan)
6. Wanita perokok
7. Mengonsumsi makanan cepat saji yang mengandung tinggi kolesterol
8. Stres berlebihan yang memicu kondisi traumatis

Nah, kali ini kita akan membahas tentang faktor kejadian traumatis yang dapat menjadi penyebab timbulnya penyakit jantung koroner pada wanita.

Mengapa kejadian traumatis menjadi pemicu serangan jantung pada wanita?
Wanita moden saat ini mempunyai tingkat kesulitan hidup yang hampir sama dengan pria. Pasalnya, banyak wanita yang memutuskan untuk berkarir di luar rumah seperti seorang pria. Stres yang dialami akibat pekerjaan, rekan kantor, keuangan, dan rasa lelah seakan menumpuk jadi satu di pikiran. Apabila hal ini dibiarkan berlarut-larut, maka dapat menyebabkan stres yang berlebihan dan memicu kondisi traumatis.

Dikutip dari everydayhealth, sebuah penelitian menunjukkan bahwa seorang wanita yang berusia paruh baya hingga lanjut usia lebih rentan mengalami kejadian traumatis. Kejadian traumatis ini dapat disebabkan oleh kematian seseorang yang dicintainya, pengalaman buruk, ekonomi, atau masalah keluarga yang tak kunjung terselesaikan. Keadaan traumatis dapat meningkatkan risiko serangan jantung hingga 65%.

Keadaan stres berlebihan dan traumatis dapat meningkatkan hormon epinefrin yang merangsang kenaikan tekanan darah dan denyut jantung. Selain itu juga berisiko terhadap kerusakan dinding pembuluh darah. Kondisi tingginya tekanan darah (hipertensi) serta rusaknya pembuluh darah dapat menganggu aliran darah ke jantung, sehingga kinerja jantung pun menjadi terhambat.

Keadaan stes dan traumatis juga  memicu peradangan dan meningkatkan kadar kortisol dalam darah sehingga memperbesar kemungkinan terjadinya penumpukan lemak atau plak di pembuluh darah arteri. Terbentuknya plak pada dinding pembuluh arteri menyebabkan tingginya risiko serangan jantung koroner.
Nah, oleh karena itu sebaiknya hindari keadaan stress berlebihan yang memicu kejadian traumatis. Sesekali pergilah berlibur untuk merelaksasi pikiran atau melakukan olahraga seperti yoga.

Semoga bermanfaat.

http://www.cardiacsave.com

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑