Penyakit jantung merupakan penyakit yang disebabkan adanya kerusakan pembuluh darah di sekitar jantung. Penyebab utama dari penyakit jantung koroner adalah asterosklerosis, yaitu penebalan dinding pembuluh darah arteri yang diakibatkan oleh timbunan plak. Penyebab lain dari jantung koroner adalah terjadinya pembekuan darah (trombus) yang diakibatkan oleh luka atau potongan plak yang terlepas.

Gangguan asterosklerosis dan pembekuan darah (trombus) dapat mempersempit pembuluh darah arteri sehingga aliran darah ke jantung menjadi terhambat. Dalam kondisi parah, hal ini memiu terjadinya serangan jantung.

Dalam dunia medis, penyakit jantung koroner ditangani dengan melakukan operasi, pemasangan ring jantung, dan pengonsumsian obat-obatan dalam jangka waktu yang panjang. Nah, beikut overview tentang obat kimia jantung koroner:

  1. Obat penghambat beta

Obat pengambat beta berguna untuk memperlambat denyut jantung dan melindungi jantung dari zat nonadrenalin dan zat adrenalin di dalam tubuh. Biasanya obat pengambat beta diberikan kepada pasien penderita jantung yang mengalami kerusakan ventrikel kiri. Beberapa jenis obat penghambat beta, seperti carvedilol, bisoprolol, dan nebivolo.

Efek samping dari obat pengambat beta adalah pusing, diare, pandangan kabur, sakit kepala, kelelahan, edema, mual, diare hipotensi, dan bradikardi.

  1. ACE inhibitor (obat penghambat enzim pengubah angiotensin)

ACE inhibitor berguna untuk memperlebar pembuluh darah dan mengurangi tekanan darah. Sehingga kinerja jantung dapat lebih mudah dalam momompa darah ke seluruh tubuh. Beberapa jenis obat ACE inhibitor adalah lisinopril, enalapril, ramipril, captropril, dan perindopril. Efek samping dari obat ACE inhibitor adalah batuk kering, diare, kelelahan, gangguan pencernaan, mual, muntah, sakit kepala, dan pusing.

  1. Obat penghambat aldosteron

Obat penghambat aldosteron berrkerja untuk mengurangi jumlah cairan di dalam tubuh tanpa membuang zat pottasium. Selain itu, obat penghhambat aldosteron juga dapat mengurangi risiko kerusakan jantung. Beberpaa jenis obat penghambat aldosteron adalah eplerenone dan spironolactone. Efek samping dari obat penghambat aldosteron adalah sakit perut, kelelahan, diare, mengantuk, berkeringat, pusing, rambut rontok, muntah, dan mual.

  1. Diuretik

Diuretik merupakan obat yang mengatasi penyakit jantung koroner dengan cara membantu pengeluaran cairan di dalam tubuh melalui urin. Sehingga dapat mengurangi pembengkakan. Selain itu, obat diuretik juga meringankan gejala sesak nafas. Beberapa jenis obat diuretik, seperrti bumetanide dan furosemide.

Efek samping dari obat diuretik adalah payah jantung dan gangguan disfungsi organ seksual pria.

  1. ARB (obat penghambat reseptor angiotensin)

Obat ARB bekerja untuk memperlebar pembuluh darah dan mengurangi tekanan di jantug. Jenis obat-obatan ARB yaitu losartan, candesartan, valsartan, dan telmisartan. Efek samping dari obat ARB adalah pening, hipotensi, dan kerusakan ginjal.

  1. Ivabradine

Ivabradine diberikan kepada pasien gagal jantung yang mempunyai irama jantung normal. Obat ini bekerja untuk memperlambat denyut jantung. Efek samping dari obat ivabradine adalah gangguan pengelihatan, pening, dan sakit kepala.

  1. Digoxin

Digoxin merupakan obat yang bekerja untuk meningkatkan kontraksi otor jantung dan memperlambat denyut jantung. Biasanya digoxin diberikan pada penderita gagal jantung yang tidak merespon dengan pemberian obat-obatan lainnya (seperti obat diuretik, ACE inhibitor, dan ARB). Efek samping dari obat digoxin adalah mmual, ruam kulit, pusing, diare, dan pandangan buram.

http://www.cardiacsave.com