tertawa

Penyakit jantung merupakan penyakit yang paing ditakuti. Tercatat di Amerika Serikat, pada tahun 2006 terdapat sekitar 17,6 juta orang yang menderita jantung koroner dan 425.000 orang meninggal mendadak akibat serangan jantung. Sedangkan di inggris, diperkiran setiap tahunnya terdapat 74.000 orang meninggal akibat serangan jantung.

Departemen Kesehatan RI dan yayasan penyakit jantung menyebutkan jika penyakit jantung koroner menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Berdasarkan data Heart Association 2002, serangan jantung telah menjadi penyebab nomor 1 kematian dibandingkan penyakit kanker paru-paru, kanker payudara, stroke, dan AIDS.

Serangan jantung dapat terjadi pada siapapun, tidak hanya pada orang berusia lanjut saja. Mengingat gaya hidup dan pola makan yang semakin instans di masyarakat perkotaan saat ini, maka tidak menutup kemungkinan serangan jantung juga menimpa orang berusia muda dan produktif.

Serangan jantung dapat menyerang siapa saja

Selama ini kita mengira bahwa penyakit jantung lebih berisiko menyerang laki-laki. Namun, beberapa fakta berkata lain. Wanita mempunyai risiko lebih besar terserang penyakit jantung. Bahkan tingkat pengidap jantung pada wanita lebih tinggi dari pengidap kanker payudara dan serviks

Pada umumnya, penyakit jantung pada wanita cenderung terjadi saat memasuki usia menopause. Hal ini dikarenakan menurunnya kadar hormon estrogen. Tetapi gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat dapat menurunkan fungsi dari hormon estrogen tersebut. Oleh karena itu, wanita berusia muda juga mempunyai risiko terserang penyakit jantung. Di Amerika, terdapat 9000 kasus serangan jantung yang terjadi pada perempuan di bawah umur 45 tahun.

Serangan jantung juga cenderung terjadi pada orang yang menderita asterosklerosis, yaitu andanya timbunan lemak di pembuluh darah arteri koroner. Penyumbatan dalam satu arteri koroner atau lebih dapat menimbulkan serangan jantung secara tiba-tiba. Hal ini dikarenakan jantung kekurangan pasokan oksigen. Apabila jantung tidak menerima pasokan oksigen dalam jangka waktu lama, maka jaringan di sekitar jantung akan rusak dan menimbulkan kematian.

Risiko serangan jantung  yang lebih tinggi terjadi pada seseorang yang pernah mengalami serangan jantung sebelumnya, penderita aritmia jantung (gangguan irama jantung) atau otot jantung lemah. Selain itu, pengidap obesitas, hipertensi, hiperkolesterol, dan diabetes juga berisiko menderita penyakit jantung koroner. Dalam keadaan parah, penderita jantung koroner dapat mengalami serangan jantung sewaktu-waktu.

Dapat disimpulkan bahwa serangan jantung dapat menyerang siapa saja, dari orang berusia muda hingga berusia lanjut, baik laki-laki maupun wanita. Faktor pemicunya adalah pola hidup yang tidak sehat.

Beberapa faktor pemicu penyakit jantung adalah:

  • Konsumsi makanan berkadar kolesterol tinggi secara berlebihan
  • Keturunan
  • Usia dan Jenis Kelamin
  • Kurang berolahraga
  • Stres berlebihan
  • Merokok
  • Obesitas

Untuk mencegah timbulnya serangan jantung, maka sebaiknya lakukanlah pola hidup yang sehat sejak dini, yaitu meliputi:

  • Rutin berolahraga (minimal 30 menit sehari)
  • Mengonsumsi air putih minimal 2 Liter sehari
  • Memperbanyak konsumsi makanan buah-buahan dan sayuran
  • Membatasi konsumsi makanan tinggi kolesterol, seperti Seperti jeroan, daging merah, daging unggas, makanan kaleng, makanan cepat saji, dan daging olahan.
  • Membatasi makanan berkadar gula tinggi
  • Berhenti merokok dan minum minuman berakohol
  • Relaksasi dan menghindari stres dan despresi

http://www.cardiacsave.com