Cari

Cardiac Save

Help Your Heart To Get The Best Beat

bulan

Agustus 2015

Cardiac Save : Overview Tentang Obat Kimia Jantung Koroner

Penyakit jantung merupakan penyakit yang disebabkan adanya kerusakan pembuluh darah di sekitar jantung. Penyebab utama dari penyakit jantung koroner adalah asterosklerosis, yaitu penebalan dinding pembuluh darah arteri yang diakibatkan oleh timbunan plak. Penyebab lain dari jantung koroner adalah terjadinya pembekuan darah (trombus) yang diakibatkan oleh luka atau potongan plak yang terlepas.

Gangguan asterosklerosis dan pembekuan darah (trombus) dapat mempersempit pembuluh darah arteri sehingga aliran darah ke jantung menjadi terhambat. Dalam kondisi parah, hal ini memiu terjadinya serangan jantung.

Dalam dunia medis, penyakit jantung koroner ditangani dengan melakukan operasi, pemasangan ring jantung, dan pengonsumsian obat-obatan dalam jangka waktu yang panjang. Nah, beikut overview tentang obat kimia jantung koroner:

  1. Obat penghambat beta

Obat pengambat beta berguna untuk memperlambat denyut jantung dan melindungi jantung dari zat nonadrenalin dan zat adrenalin di dalam tubuh. Biasanya obat pengambat beta diberikan kepada pasien penderita jantung yang mengalami kerusakan ventrikel kiri. Beberapa jenis obat penghambat beta, seperti carvedilol, bisoprolol, dan nebivolo.

Efek samping dari obat pengambat beta adalah pusing, diare, pandangan kabur, sakit kepala, kelelahan, edema, mual, diare hipotensi, dan bradikardi.

  1. ACE inhibitor (obat penghambat enzim pengubah angiotensin)

ACE inhibitor berguna untuk memperlebar pembuluh darah dan mengurangi tekanan darah. Sehingga kinerja jantung dapat lebih mudah dalam momompa darah ke seluruh tubuh. Beberapa jenis obat ACE inhibitor adalah lisinopril, enalapril, ramipril, captropril, dan perindopril. Efek samping dari obat ACE inhibitor adalah batuk kering, diare, kelelahan, gangguan pencernaan, mual, muntah, sakit kepala, dan pusing.

  1. Obat penghambat aldosteron

Obat penghambat aldosteron berrkerja untuk mengurangi jumlah cairan di dalam tubuh tanpa membuang zat pottasium. Selain itu, obat penghhambat aldosteron juga dapat mengurangi risiko kerusakan jantung. Beberpaa jenis obat penghambat aldosteron adalah eplerenone dan spironolactone. Efek samping dari obat penghambat aldosteron adalah sakit perut, kelelahan, diare, mengantuk, berkeringat, pusing, rambut rontok, muntah, dan mual.

  1. Diuretik

Diuretik merupakan obat yang mengatasi penyakit jantung koroner dengan cara membantu pengeluaran cairan di dalam tubuh melalui urin. Sehingga dapat mengurangi pembengkakan. Selain itu, obat diuretik juga meringankan gejala sesak nafas. Beberapa jenis obat diuretik, seperrti bumetanide dan furosemide.

Efek samping dari obat diuretik adalah payah jantung dan gangguan disfungsi organ seksual pria.

  1. ARB (obat penghambat reseptor angiotensin)

Obat ARB bekerja untuk memperlebar pembuluh darah dan mengurangi tekanan di jantug. Jenis obat-obatan ARB yaitu losartan, candesartan, valsartan, dan telmisartan. Efek samping dari obat ARB adalah pening, hipotensi, dan kerusakan ginjal.

  1. Ivabradine

Ivabradine diberikan kepada pasien gagal jantung yang mempunyai irama jantung normal. Obat ini bekerja untuk memperlambat denyut jantung. Efek samping dari obat ivabradine adalah gangguan pengelihatan, pening, dan sakit kepala.

  1. Digoxin

Digoxin merupakan obat yang bekerja untuk meningkatkan kontraksi otor jantung dan memperlambat denyut jantung. Biasanya digoxin diberikan pada penderita gagal jantung yang tidak merespon dengan pemberian obat-obatan lainnya (seperti obat diuretik, ACE inhibitor, dan ARB). Efek samping dari obat digoxin adalah mmual, ruam kulit, pusing, diare, dan pandangan buram.

http://www.cardiacsave.com

 

Cardiac Save : Overview Tentang Obat Kimia Jantung Koroner

Minum_obat

Penyakit jantung merupakan penyakit yang disebabkan adanya kerusakan pembuluh darah di sekitar jantung. Penyebab utama dari penyakit jantung koroner adalah asterosklerosis, yaitu penebalan dinding pembuluh darah arteri yang diakibatkan oleh timbunan plak. Penyebab lain dari jantung koroner adalah terjadinya pembekuan darah (trombus) yang diakibatkan oleh luka atau potongan plak yang terlepas.

Gangguan asterosklerosis dan pembekuan darah (trombus) dapat mempersempit pembuluh darah arteri sehingga aliran darah ke jantung menjadi terhambat. Dalam kondisi parah, hal ini memiu terjadinya serangan jantung.

Dalam dunia medis, penyakit jantung koroner ditangani dengan melakukan operasi, pemasangan ring jantung, dan pengonsumsian obat-obatan dalam jangka waktu yang panjang. Nah, beikut overview tentang obat kimia jantung koroner:

  1. Obat penghambat beta

Obat pengambat beta berguna untuk memperlambat denyut jantung dan melindungi jantung dari zat nonadrenalin dan zat adrenalin di dalam tubuh. Biasanya obat pengambat beta diberikan kepada pasien penderita jantung yang mengalami kerusakan ventrikel kiri. Beberapa jenis obat penghambat beta, seperti carvedilol, bisoprolol, dan nebivolo.

Efek samping dari obat pengambat beta adalah pusing, diare, pandangan kabur, sakit kepala, kelelahan, edema, mual, diare hipotensi, dan bradikardi.

  1. ACE inhibitor (obat penghambat enzim pengubah angiotensin)

ACE inhibitor berguna untuk memperlebar pembuluh darah dan mengurangi tekanan darah. Sehingga kinerja jantung dapat lebih mudah dalam momompa darah ke seluruh tubuh. Beberapa jenis obat ACE inhibitor adalah lisinopril, enalapril, ramipril, captropril, dan perindopril. Efek samping dari obat ACE inhibitor adalah batuk kering, diare, kelelahan, gangguan pencernaan, mual, muntah, sakit kepala, dan pusing.

  1. Obat penghambat aldosteron

Obat penghambat aldosteron berrkerja untuk mengurangi jumlah cairan di dalam tubuh tanpa membuang zat pottasium. Selain itu, obat penghhambat aldosteron juga dapat mengurangi risiko kerusakan jantung. Beberpaa jenis obat penghambat aldosteron adalah eplerenone dan spironolactone. Efek samping dari obat penghambat aldosteron adalah sakit perut, kelelahan, diare, mengantuk, berkeringat, pusing, rambut rontok, muntah, dan mual.

  1. Diuretik

Diuretik merupakan obat yang mengatasi penyakit jantung koroner dengan cara membantu pengeluaran cairan di dalam tubuh melalui urin. Sehingga dapat mengurangi pembengkakan. Selain itu, obat diuretik juga meringankan gejala sesak nafas. Beberapa jenis obat diuretik, seperrti bumetanide dan furosemide.

Efek samping dari obat diuretik adalah payah jantung dan gangguan disfungsi organ seksual pria.

  1. ARB (obat penghambat reseptor angiotensin)

Obat ARB bekerja untuk memperlebar pembuluh darah dan mengurangi tekanan di jantug. Jenis obat-obatan ARB yaitu losartan, candesartan, valsartan, dan telmisartan. Efek samping dari obat ARB adalah pening, hipotensi, dan kerusakan ginjal.

  1. Ivabradine

Ivabradine diberikan kepada pasien gagal jantung yang mempunyai irama jantung normal. Obat ini bekerja untuk memperlambat denyut jantung. Efek samping dari obat ivabradine adalah gangguan pengelihatan, pening, dan sakit kepala.

  1. Digoxin

Digoxin merupakan obat yang bekerja untuk meningkatkan kontraksi otor jantung dan memperlambat denyut jantung. Biasanya digoxin diberikan pada penderita gagal jantung yang tidak merespon dengan pemberian obat-obatan lainnya (seperti obat diuretik, ACE inhibitor, dan ARB). Efek samping dari obat digoxin adalah mmual, ruam kulit, pusing, diare, dan pandangan buram.

 www.cardiacsave.com

Cardiac Save : Serangan jantung dapat menyerang siapa saja

tertawa

Penyakit jantung merupakan penyakit yang paing ditakuti. Tercatat di Amerika Serikat, pada tahun 2006 terdapat sekitar 17,6 juta orang yang menderita jantung koroner dan 425.000 orang meninggal mendadak akibat serangan jantung. Sedangkan di inggris, diperkiran setiap tahunnya terdapat 74.000 orang meninggal akibat serangan jantung.

Departemen Kesehatan RI dan yayasan penyakit jantung menyebutkan jika penyakit jantung koroner menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Berdasarkan data Heart Association 2002, serangan jantung telah menjadi penyebab nomor 1 kematian dibandingkan penyakit kanker paru-paru, kanker payudara, stroke, dan AIDS.

Serangan jantung dapat terjadi pada siapapun, tidak hanya pada orang berusia lanjut saja. Mengingat gaya hidup dan pola makan yang semakin instans di masyarakat perkotaan saat ini, maka tidak menutup kemungkinan serangan jantung juga menimpa orang berusia muda dan produktif.

Serangan jantung dapat menyerang siapa saja

Selama ini kita mengira bahwa penyakit jantung lebih berisiko menyerang laki-laki. Namun, beberapa fakta berkata lain. Wanita mempunyai risiko lebih besar terserang penyakit jantung. Bahkan tingkat pengidap jantung pada wanita lebih tinggi dari pengidap kanker payudara dan serviks

Pada umumnya, penyakit jantung pada wanita cenderung terjadi saat memasuki usia menopause. Hal ini dikarenakan menurunnya kadar hormon estrogen. Tetapi gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat dapat menurunkan fungsi dari hormon estrogen tersebut. Oleh karena itu, wanita berusia muda juga mempunyai risiko terserang penyakit jantung. Di Amerika, terdapat 9000 kasus serangan jantung yang terjadi pada perempuan di bawah umur 45 tahun.

Serangan jantung juga cenderung terjadi pada orang yang menderita asterosklerosis, yaitu andanya timbunan lemak di pembuluh darah arteri koroner. Penyumbatan dalam satu arteri koroner atau lebih dapat menimbulkan serangan jantung secara tiba-tiba. Hal ini dikarenakan jantung kekurangan pasokan oksigen. Apabila jantung tidak menerima pasokan oksigen dalam jangka waktu lama, maka jaringan di sekitar jantung akan rusak dan menimbulkan kematian.

Risiko serangan jantung  yang lebih tinggi terjadi pada seseorang yang pernah mengalami serangan jantung sebelumnya, penderita aritmia jantung (gangguan irama jantung) atau otot jantung lemah. Selain itu, pengidap obesitas, hipertensi, hiperkolesterol, dan diabetes juga berisiko menderita penyakit jantung koroner. Dalam keadaan parah, penderita jantung koroner dapat mengalami serangan jantung sewaktu-waktu.

Dapat disimpulkan bahwa serangan jantung dapat menyerang siapa saja, dari orang berusia muda hingga berusia lanjut, baik laki-laki maupun wanita. Faktor pemicunya adalah pola hidup yang tidak sehat.

Beberapa faktor pemicu penyakit jantung adalah:

  • Konsumsi makanan berkadar kolesterol tinggi secara berlebihan
  • Keturunan
  • Usia dan Jenis Kelamin
  • Kurang berolahraga
  • Stres berlebihan
  • Merokok
  • Obesitas

Untuk mencegah timbulnya serangan jantung, maka sebaiknya lakukanlah pola hidup yang sehat sejak dini, yaitu meliputi:

  • Rutin berolahraga (minimal 30 menit sehari)
  • Mengonsumsi air putih minimal 2 Liter sehari
  • Memperbanyak konsumsi makanan buah-buahan dan sayuran
  • Membatasi konsumsi makanan tinggi kolesterol, seperti Seperti jeroan, daging merah, daging unggas, makanan kaleng, makanan cepat saji, dan daging olahan.
  • Membatasi makanan berkadar gula tinggi
  • Berhenti merokok dan minum minuman berakohol
  • Relaksasi dan menghindari stres dan despresi

http://www.cardiacsave.com

Cardiac Save : Perceraian Tak Baik untuk Kesehatan Jantung

ilustrasi-putus-cintaPenceraian merupakan hal yang paling tidak diinginkan oleh dalam rumah tangga. Namun terkadang keadaan yang terlalu rumit, adanya kekerasan rumah tangga, selingkuh, penelantaran, dan lain-lainya menjadi pemicu sebuah penceraian. Tentu saja penceraian dapat memberikan trauma bagi korbannya, terutama bagi pihak wanita.

Trauma yang ditimbulkan dari efek perceraian tidak hanya menimbulkan stres dan despresi, tetapi juga meningkatkan risiko serangan jantung. Hal ini diungkapkan dalam beberapa hasil penelitian, dimana wanita lebih cenderung berisiko daripada pria.

Perceraian Tak Baik untuk Kesehatan Jantung

Sebuah penelitian dalam jurnal Circulation, mengungkapkan bahwa seseorang yang melakukan penceraian cenderung berisiko mengalami serangan jantung dibandingkan dengan yang rumah tangganya aman dan utuh. Data hasil studi menunjukkan bahwa lebih dari 15 ribu wanita korban penceraian lebih berisiko mengalami serangan jantung dan risikonya akan berkurang sedikit apabila mereka menikah lagi.

Studi oleh Duke Universty juga menyatakan bahwa wanita yang pernah melakukan penceraian 1 kali mempunyai risiko serangan jantung hingga 24%. Namun apabila wanita mengalami penceraian berkali-kali akan mempunyai risiko serangan jantung hingga 77%.

Sedangkan efek penceraian pada pria cenderung tidak terlalu tinggi, Pria yang pernah melakukan penceraian 1 kali mempunyai risiko serangan jantung hanya 10%. Namun apabila pria mengalami penceraian berkali-kali akan mempunyai risiko serangan jantung hingga 30%. Seorang pria yang menikah kembali, maka kondisinya cenderung akan membaik.

Pemaparan dari Prof. Linda George, penceraian dapat menyebabkan stres kronis yang berpengaruh terhadap jangka panjang terhadap kesehatan. Fungsi imunitas akan menurun dan menimbulkan masalah-masalah fisiologis.

Kondisi stres akibat penceraian memicu serangan jantung

Sebuah penceraian cenderung menyebabkan stres dan despresi. Pada kondisi despresi, tubuh akan merangsang produksi hormon epinefrin dan kortisol. Kedua hormon tersebutlah yang dapat menjadi penyebab tingginya risiko penyakit jantung.

Hormon epinefrin dapat memicu kenaikan tekanan darah, kenaikan denyut jantung, serta kerusakan dinding pembuluh darah. Kondisi tingginya tekanan darah (hipertensi) serta rusaknya pembuluh darah dapat menganggu aliran darah ke jantung, sehingga kinerja jantung pun menjadi terhambat.

Sedangkan meningkatnya kadar kortisol dalam darah akan memperbesar kemungkinan terjadinya penumpukan plak di pembuluh darah arteri. Terbentuknya plak pada dinding pembuluh arteri menyebabkan tingginya risiko serangan jantung koroner. Selain itu, kortisol juga dapat memicu peningkatan produksi glukosa, peningkatan tekanan darah, mengganggu sistem pencernaan, menonaktifkan sistem kekebalan tubuh, serta membuat kinerja jantung menjadi lebih berat sehingga memungkinkan jantung berhenti berdenyut.

***
Oleh karena itu, jika anda berniat melakukan penceraian sebaiknya berfikir lebih mendalam agar tidak ada penyesalan di kemudian hari. Namun apabila rumah tangga tidak bisa dipertahankan lagi, serta penceraian merupakan satu-satunya cara yang dapat membuat kedua pasangan lebih bahagia, maka perceraian adalah jalan terbaik untuk kedua belah pihak.

http://www.cardiacsave.com

Cardiac Save : Rempah Berikut Baik Untuk Kesehatan Jantung Anda

Selalu-Sehat-Dengan-Rempah-Rempah

Menjaga kesehatan jantung amatlah penting, mengingat jantung adalah organ vital yang menjadi pusat kehidupan. Sayangnya, saat ini banyak sekali orang yang kurang memperhatikan kesehatan jantung. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya orang yang mengidap penyakit jantung pada berusia produktif. Penyebab utamanya adalah gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat.

Penyakit jantung mempunyai porsentase sebesar 30%  (sekitar 7,3 juta) dari 17 juta kasus kematian di dunia. Data WHO pada tahun 2011 memperkirakan jumlah kematian akibat penyakit jantung (terutama jantung koroner) di Indonesia mencapai 243. 048 kasus atau setara dengan 17,05% dari total kematian di Indonesia.

Sebenarnya, penyakit jantung dapat dihindari dengan menerapkan gaya hhidup yan sehat, seperti rutin berolahraga, mengurangi konsumsi makanan berlemak tinggi, menghindari stres dan despresi, cukup istirahat, tidak merokok, menghindari alkohol, dan memperbanyak konsumsi air putih. Selain itu, untuk menjaga kesehatan jantung, anda juga dapat memanfaatkan rempah-rempah.

Dikutip dari top10homeremedies, berikut rempah-rempah yang baik untuk kesehatan jantung anda:

  1. Bawang Putih

Bawang putih merupakan  rempah-rempah yang digunakan sebagai bumbu masakan. Di dalam bawang putih terkandung senyawa alilin, alicin, dan minyak atsiri yang berperan sebagai anti bakteri, zat anti inflamasi, dan anti trombotik.

Bawang putih terkenal dengan manfaatnya untuk menjaga kesehatan jantung. Dalam Reader Digest dikatakan bahwa terdapat 10 penelitian yang menyatakan bawang putih mampu menurunkan kadar kolesterol buruk (LDL) hingga 11%. Selain itu, bawang putih juga mencegah pembentukan plak pada pembuluh arteri. Mengonsumsi bawang putih 1 hingga 2 siung sehari dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

  1. Kunyit

Kunyit merupakan jenis rempah-rempah yang mampu memberikan warna kuning pada masakan. Kunyit mempunyai kandungan anti iflamasi dan antioksidan kuat yang berperan untuk melindungi tubuh dari efek radikal bebas. Kandungan curcumin di dalam kunyit dapat mencegah teroksidasinya kolesterol LDL yang dapat merusak pembuluh darah arteri. Selain itu, kunyit juga berkhasiat meningkatkan kesehatan jantung, memperlancar sirkulasi darah, mencegah pembekuan darah (trombus) dan pembentukan plak, serta mencegah serangan jantung. Anda dapat mengonsumsi kunyit dengan mencampurnya dalam susu setiap harinya guna menjaga kesehatan jantung.

 

  1. Jahe

Jahe mengandung minyak atsiri berupa zingiberena (zingirona), zingiberol, bisabolena, kurkumen, gingerol, filandrena, dan resin pahit. Kandungan minyak atsiri di dalam jahe berperan sebagai anti inflamasi dan menurunkan kadar kolesterol LDL.

Selain itu, kandungan gingerol berperan sebagai antikoagulan yang berkhasiat dalam membuat pembuluh darah menjadi lebh relaks dan melancarkan aliran darah ke jantung sehingga dapat mencegah serangan jantung dan stroke. Anda dapat mengonsumsi jahe dengan mencampurnya ke dalam susu. Konsumsilah sebanyak 2 kali sehari untuk menjaga kesehatan jantung.

  1. Bawang Merah

Bawang putih mengandung flavonglikosida, protein, kalsium, lemak, fosfor, vitamin B1, dan vitamin C. Kandungan di dalam bawang merah berkhasiat untuk menjaga kesehatan pembuluh darah arteri koroner dan menaikkan kadar kolesterol baik (HDL). ½ suing bawang merahh dapat menaikkan kadar kolesterol HDL hingga 20-30%.

***

http://www.cardiacsave.com

Cardiac Save : Jantung Seorang Wanita Biasanya Berdetak Lebih Cepat Dari Pria

Jantung merupakan organ vital yang berperan sebagai pusat kehidupan. Jantung berdetak sebanyak 100.000 kali setiap hari dan memompa 7.570 Liter darah ke seluruh tubuh. Dimana pada umumnya, jantung wanita berdenyut lebih cepat daripada pria. Denyut rata-rata jantung manusia adalah 72 denyut per menit. Sedangkan pada wanita, denyut jantung mencapai sekitar 178 denyut per menit.

Jantung wanita berdenyut lebih cepat daripada pria

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2000, diungkapkan bahwa wanita memiliki ukuran jantung yang lebih kecil dibandingkan pria. Jantung wanita berukuran lebih kecil 25% dibandingkan jantung pria. Sehingga jantung perempuan cenderung berdenyut lebih cepat dalam memompa darah ke seluruh tubuh, yaitu 6 kali lebih banyak dari denyut jantung pria.

Kondisi ini juga mempengaruhi ukuran pembuluh darah wanita. Ukuran pembuluh darah wanita juga lebih kecil dibandingkan pria. Sehingga apabila seorang wanita menderita penyakit jantung, maka gejala yang ditimbulkan juga cenderung berbeda dari gejala penyakit jantung pada pria.

Pada umumnya, gejala serangan jantung pada pria ditandai dengan nyeri dada (angina), nyeri pada lengan kiri dan leher. Sedangkan pada perempuan, gejala yang terjadi adalah nyeri pada bagian ulu hati, sakit rahang, sakit punggung, nyeri leher, sesak nafas, dan mudah lelah. Sayangnya, keluhan yang terjadi pada perempuan tersebut seringkali tidak disadari sebagai gejala serangan jantung. Sehingga cenderung terdiagnosis pada tahap yang sudah parah dan meningkatkan risiko kematian mendadak.

Meskipun berdenyut lebih cepat, jantung wanita lebih kuat daripada pria

Jangtung wanita dikatakan lebih kuat daripada pria, karena wanita mempunyai hormon estrogen yang mampu melindungi kesehatan pembuluh darah dan jantung. Pada umumnya, risiko penyakit jantung pada wanita meningkat tinggi pada saat memasuki usia menopause.Hal ini dikarenakan produksi hormon estrogen berkurang saat mencapai usia menopause.

Hormon estrogen ini berfungsi menguatkan dan memperbaiki dinding pembuluh darah, mencegah terjadinya asterosklerosis (penebalan dinding pembuluh darah) dan penyempitan pembuluh darah arteri. Hal ini dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung.

Jadi, selama wanita mempunyai kondisi normal (hormon yang normal, rahim sehat, siklus menstruasi lancar), maka kemungkinan besar wanita tersebut dapat terhindar dari penyakit jantung koroner pada usia sebelum menopause.

Penyebab Penyakit Jantung

Kendati wanita berusia muda telindungi oleh hormon estrogen, namun bukan berarti wanita yang belum memasuki masa menopause terbebas 100% dari risiko penyakit jantung. Karena faktor-faktor risiko penyakit jantung (seperti pengidap diabetes, hipertensi, dan obesitas) dapat menghilangkan proteksi dari hormon estrogen sebelum menopause. Di Amerika, terdapat 9000 kasus serangan jantung yang terjadi pada perempuan di bawah umur 45 tahun.

Secara umum, penyakit jantung disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat yaitu mengonsumsi makanan tinggi kolesterol seperti makanan cepat saji, soft drink, makanan kaleng, jeroan, dan lain-lain. Selain itu, kurang bergerak dan faktor genetik juga dapat menjadi pemicu penyakit jantung.

Beberapa perbedaan faktor risiko penyakit jantung antara wanita dan pria, yaitu:

  • Perempuan perokok mempunyai risiko terserang jantung 2 kali lebih besar daripada laki-laki perokok
  • Stres, despresi, dan kejadian traumatis pada perempuan lebih meningkatkan risiko terserang penyakit jantung daripada laki-laki
  • Sindrom metabolik yang terjadi pada perempuan meningkatkan risiko serangan jantung lebih besar daripada laki-laki

http://www.cardiacsave.com

Cardiac Save : Menelan Aspirin Saat Kondisi Stres Bisa Mengurangi Potensi Serangan Jantung

obat

Penyakit jantung pada umumnya diatasi dengan penggunaan obat-obatan dan perawatan medis. Namun tahukah anda, menelan aspirin pada saat kondisi stres bisa mengurangi potensi serangan jantung. Bahkan American Heart Association juga merekomendasikan aspirin untuk penderita jantung yang berisiko tinggi mengalami serangan jantung.

Lalu, apakah aspirin itu?

Aspirin merupakan asam asetil salisilat (asetosal), obat turunan dari senyawa salisilat yang sering digunakan sebagai analgesik (mengatasi rasa nyeri), anti inflamasi (anti peradangan), dan anti piretik (mengatasi demam).

Aspirin telah digunakan sejak  tahun 3000 SM. Pada tahun 1915, aspirin mulai beredar bebas di pasaran. Pada umumnya, aspirin dikonsumsi untuk meredakan nyeri, demam, peradangan, obat sakit gigi, dan obat pusing.

Di samping itu, aspirin juga mempunyai sifat antikoagulan (anti penggumpalan) sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi penggumpalan darah. Aspirin dapat digunakan dengan dosis rendah dalam jangka waktu lama untuk mencegah serangan jantung.

Dari tahun ke tahun, aspirin banyak diteliti tentang manfaatnya untuk mencegah terjadinya serangan jantung. Pada tahun 1948, aspirin sudah dinyatakan mampu mengurangi risiko serangan jantung. Pada tahun 1988, sebuah studi oleh Dr. Charles Hennekens menyatakan bahwa aspirin berguna untuk menurunkan risiko serangan jantung dan penyakit kardiovaskular. Pada tahun 1998, studi lain mengungkapkan bahwa pengonsumsi aspirin dalam dosis rendah yang dikombinasikan dengan obat  hipertensi mampu mengurangi risiko serangan jantung pada pasien yang juga mengidap hipertensi.

Beberapa penelitian tentang manfaat aspirin untuk mengurangi risiko serangan jantung

  • Pada tahun 2005, penelitian yang diterbitkan pada New England Journal of Medicine memaparkan bahwa aspirin dapat mencegah serangan jantung, khususnya pada pria yang tidak perna menunjukkan gejala penyakit jantung sebelumnya. Sedangkan bagi wanita, aspirin mampu mengurangi risiko serangan jantung saat wanita berusia di atas 65 tahun.
  • Penelitian oleh Sean Nordt di University of California, San diego mengungkapkan bahwa aspirin kunyah lebih efektif dalam mencegah serangan jantung. Hal ini dikarenakan aspirin kunyah lebih cepat diserap dibandingkan dengan aspirin tablet yang langsung ditelan.

Apabila tidak ditemukan aspirin kunyah, ia menyarankan agar pasien mengunyah aspirin talet sebelum ditelan. Tujuannnya untuk mempercepat kerja aspirin dalam proses pengenceran darah.

Cara Kerja dan efek samping Aspirin dalam mengatasi serangan jantung

Penyebab utama penyakit jantung adalah penumpukan plak dan penggumpalan darah di dalam pembuluh arteri koroner. Hal ini menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga menghalangi aliran darah ke jantung. Akibatnya, jantung pun akan kekurangan suplai darah yang menggandung oksigen. Apabila kondisi ini berlangsung cukup lama, maka sel-sel jantung akan mati dan memicu serangan jantung.

Aspirin berperan sebagai anti penggumpalan darah. Menggonsumsi aspirin dapat membantu proses pengenceran darah,  sehinggga darah dapat mengalir lancar ke jantung. Kendati demikian, aspirin juga mempunyai efek samping bagi tubuh.

Secara umum, efek samping dari mengonsumsi aspirin adalah iritasi lambung, gangguan pencernaan, mual, muntah, hingga pendarahan. Sedangkan pada penderita asma, mengonsumsi aspirin dapat menyebabkan asma semakin memburuk.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk mengonsumsi aspirin, sebaiknya konsultasikan pada dokter terlebih dahulu. Aspirin akan lebih aman dikonsumsi apabila sesuai dengan resep dokter.

http://www.cardiacsave.com

Cardiac Save : 1 Orang Meninggal Tiap 1 Menit Sekali Karena Penyakit Jantung

shutterstock_3614341

Penyakit jantung adalah penyakit yang mengancam jiwa seseorang. Sebuah fakta mengungkapkan bahwa setiap 30 detik terdapat orang terserang penyakit jantung, dan 1 orang meninggal tiap 1 menit sekali karena penyakit jantung.

Penyakit jantung lebih berisiko terhadap laki-laki berumur di atas 40 tahun dan wanita menopause. Berdasarkan data Heart Association 2002, serangan jantung telah menjadi penyebab nomor 1 kematian dibandingkan penyakit kanker paru-paru, kanker payudara, stroke, dan AIDS. Data WHO pada tahun 2011 memperkirakan jumlah kematian akibat penyakit jantung (terutama jantung koroner) di Indonesia mencapai 243. 048 kasus atau setara dengan 17,05% dari total kematian di Indonesia.

Serangan jantung merupakan kondisi hilangnya fungsi jantung karena hilangnya pasokan suplai darah bersih. Pada umumnya hal ini dialami oleh seseorang yang mengidap penyakit jantung koroner. Serangan jantung dapat terjadi kapan saja dan mengakibatkan kematian mendadak.

Salah satu penyebab terjadinya kematian mendadak adalah diagnosis yang terlambat pada pengidap penyakit jantung. Oleh karena itu, sebaiknya anda harus mengenali gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit jantung, sehingga dapat melakukan tindakan medis sedini mungkin.

Beberapa gejala penyakit jantung yang sering terjadi, yaitu:

  • Nyeri dada kiri (angina pektoris)
  • Jantung berdebar-debar (denyut jantung tidak beraturan atau aritmia)
  • Sesak Nafas
  • Mudah Lelah dan Mudah berkeringat
  • Mual
  • Pembengkakan (Biasanya pada perut dan pergelangan kaki)
  • Rasa cemas berlebih
  • Rasa sakit pada bagian tangan, bahu, siku, punggung, dan leher
  • Sakit kepala
  • Mudah pingsan

Penyakit jantung banyak diderita oleh orang yang mengidap diabetes, hipertensi, dan obesitas. Seseorang yang mempunyai kadar glukosa tinggi dalam darah mempunyai risiko terserang jantung koroner lebih tinggi, yaitu 4 hingga 8 kali. Sedangkan pada penderita hipertensi, risiko terserang jantung koroner menjadi  2 kali lipat dibandingkan orang sehat.

Apabila penyakit jantung tidak segera ditangani, maka akan menimbulkan berbagai akibat yang cukup serius, seperti stroke, gagal jantung, gagal ginjal, sampai Infark jantung (serangan jantung). Terjadinya serangan jantung ini dapat berisiko menyebabkan kematian mendadak.

Untuk menghindari timbulnya serangan jantung, beberapa hal yang harus dilakukan adalah:

  • Lakukan olahraga secara teratur
  • Batasi konsumsi makanan berkolesterol tinggi
  • Batasi konsumsi makanan yang mengandung kadar gula tinggi
  • Hindari merokok (seseorang yang menghisap rokok 4 batang sehari dapat meningkatkan risiko serangan jantung hingga 50%.)
  • Hindari minuman berakohol
  • Lakukan pengukuran kadar kolesterol, tekanan darah, dan gula darah secara berkala
  • Hindari keadaan despresi yang berlarut-larut

Menjaga kesehatan jantung sangat berkaitan erat dengan menjaga pola makan kita. Beberapa makanan yang baik untuk jantung antara lain adalah makanan yang mengandung omega-3 (ikan tuna, ikan salmon), makanan yang mengandung magnesium (padi-padian, kacang-kacangan, polong-polongan, dan sayuran hijau), makanan yang mengandung asam folat atau vitamin B (kacang-kacangan, sayur bayam, asparagus, kacang merah, brokoli, buh jeruk, dan buah alpukat), serta makanan tinggi antioksidan (buah delima, teh hijau, jeruk, bayam, buah bit, kurma).

***

http://www.cardiacsave.com

Cardiac Save : Tertawa Terbahak-Bahak, Jantung Lebih Sehat

20555-hati-hati-tertawa-terbahak-bahak-bisa-menyebabkan-kematian-114241

Tertawa itu sehat!

Ya, hal itu memang benar. Bukan hanya sekedar mitos, tetapi juga telah diteliti oleh para ahli. Dengan tertawa, maka pikiran akan rileks dan terhindar dari stres. Biasanya seseorang akan tertawa saat melihat kejadian lucu, menonton film komedi, atau sedang gembira. Tertawa sendiri dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu tertawa tenang dan tertawa terbahak-bahak.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tertawa terbahak-bahak merupakan tertawa yang paling menyehatkan, termasuk bermanfaat untuk kesehatan jantung. Dengan tertawa terbahak-bahak, maka jantung lebih sehat.

Inilah beberapa alasan, mengapa tertawa terbahak-bahak dapat membuat jantung lebih sehat:

  • Saat seseorang tertawa terbahak-bahak, maka tubuh akan merangsang produksi hormon endorfin (hormon bahagia) yang mempengaruhi kesehatan jantung.
  • Membuat endotel (dinding pembuluh darah menjadi lebih rileks), sehingga mengurangi risiko terjadinya asterosklerosis (penebalan dinding pembuluh darah). Dimana asterosklerosis ini adalah pemicu utama penyakit jantung koroner.
  • Membantu pelebaran pembuluh darah, sehingga darah dapat mengalir lancar ke jantung tanpa ada rasa nyeri dada.
  • Meningkatkan aliran darah cukup lama, yaitu sampai 45 menit sesudah tertawa. Hal ini dapat mengurangi risiko terserang jantung dan stroke.
  • Mampu menjaga kesehatan jantung tetap prima, setara dengan seseorang yang melakukan olahraga aerobik.

Pemaparan oleh Dr. Lee Bark, ahli imunologi dari Loma Linda University, California, Amerika Serikat, tertawa mampu mengurangi produksi 2 hormon pemicu stres, yaitu hormon epinefrin dan kortisol. Kedua hormon tersebut dapat menghalangi proses penyembuhan penyakit.

Meningkatnya hormon epinefrin akan merangsang kenaikan tekanan darah dan denyut jantung, serta meningkatkan risiko kerusakan dinding pembuluh darah. Kondisi tingginya tekanan darah (hipertensi) dan rusaknya pembuluh darah dapat menganggu aliran darah ke jantung, sehingga kinerja jantung pun menjadi terhambat

Meningkatnya kadar kortisol dalam darah akan memperbesar kemungkinan terjadinya penumpukan plak di pembuluh darah arteri. Terbentuknya plak pada dinding pembuluh arteri menyebabkan tingginya risiko serangan jantung koroner.

Dr. Lee Bark menambahkan, dengan tertawa sekitar 5 hingga 10 menit dengan periode 5 kali dalam sehari dapat meningkatkan kekebalan tubuh, menyehatkan jantung, dan menekan produksi hormon pemicu stres (epinefrin, kortisol). Pada saat tertawa, otak akan merangsang pengeluaran hormon endorfin, serotonin (anti despresi) yang memberikan suasana positif pada pikiran , serta melatonin yang dapat memberikan ketenangan bagi tubuh dan pikiran.

Selain menyehatkan jantung, tertawa juga mempunyai beberapa manfaat lain, seperti:

  • Meningkatkan kekebalan tubuh
  • Menjaga sistem pernafasan agar berkerja baik
  • Mencegah penuaan dini
  • Membakar kalori tubuh (10-40 kalori dalam 15 menit), sehingga baik untuk membantu diet
  • Meningkatkan rasa percaya diri
  • Mencegah despresi

Nah, sekarang anda sudah tahukan? Cukup dengan tertawa terbahak-bahak setidaknnya 15 menit dalam sehari, maka akan diperoleh jantung yang lebih sehat.  Tertawa tidak perlu dipaksakan dan jangan berlebihan. Tertawa yang muncul  begitu saja secara spontanlah yang mampu menjaga organ jantung dari penyakit-penyakit yang membahayakan.

Tertawa dapat membuat jantung sehat tanpa biaya yang mahal, bahkan gratis. Seseorang yang bahagia dan sering tertawa, maka jantungnya akan lebih sehat dan cenderung terhindar dari penyakit.

Tertawa memang baik, tetapi ingat! jangan tertawa di atas penderitaan orang lain ya..

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑