Cari

Cardiac Save

Help Your Heart To Get The Best Beat

bulan

Juli 2015

Bentuk Jantung Pada Tiap Orang Berbeda-Beda

3d_printed_heart

Jantung merupakan organ vital yang menjadi pusat pengatur kehidupan manusia. Selain itu, jantung kerapkali digunakan sebagai lambing cinta. Apabila jantung berhenti berkerja, maka berhentilah seluruh kinerja organ-organ lain di tubuh kita. Atau dengan kata lain, kita akan mengalami kematian.

Anatomi dan fisiologi jantung telah lama diteliti di dalam dunia kedokteran. Jantung merupakan organ muscular yang mempunyai bentuk kerucut dan alas berbentuk bundar. Jantung terletak pada bagian dada dan diapit oleh 2 paru-paru. Jantung mempunyai 4 buah ruang berongga, yaitu 2 buah atrium (serambi) dan 2 buah ventrikel (bilik). Pada umumnya, ventrikel jantung di sebelah kiri lebih besar daripada di sebelah kanan, serta mempunyai denyut yang lebih terasa. Oleh karena itu biasanya para dokter yang memeriksa jantung kita, selalu meletakkan stetoskopnya pada dada sebelah kiri.

Jantung mempunyai ukuran yang berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung bobot tubuhnya. Pada umumnya, jantung mempunyai panjang sekitar 12,5 cm dan lebar sekitar 9 cm (seukuran kepalan tangan orang dewasa). Sedangkan berat jantung bergantung pada ukuran tubuh, jenis kelamin, usia, dan kondisi atletis. Dimana pada umumnya, berat jantung berkisar antara 255 gram hingga 340 gram. Biasanya seorang atlet mempunyai berat jantung yang lebih besar. Sedangkan pada seseorang yang berusia lanjut, berat jantungnya semakin ringan.

Beberapa studi menunjukkan bahwa bentuk jantung pada setiap orang berbeda-beda. Seseorang yang berbadan gemuk mempunyai bentuk jantung yang beragam. Sedangkan orang yang bertubuh kurus dan tinggi, cenderung mempunyai bentuk jantung yang ramping dan panjang.

***

Jantung menerima suplai darah yang mengandung oksigen dari pembuluh darah arteri koroner. Kemudian darah tersebut akan dipompa ke seluruh tubuh untuk menunjang kinerja organ-organ lain. Pada penderita jantung koroner, pembuluh darah arteri koroner mengalami penyempitan sehingga aliran darah ke jantung pun terhambat. Hal ini mengakibatkan jantung tidak dapat berkerja sebagai mana mestinya.

Pada orang yang mempunyai kelainan penyakit jantung, anatomi jantungnya juga berbeda dari orang normal. Biasanya berupa hilangnya saluran tertentu dan ketidaksempurnaan sekat jantung. Biasanya hal ini dialami oleh orang yang menderita cacat jantung sejak lahir.

Sedangkan pada orang yang menderita hipertensi dan jarang bergerak, biasanya akan menimbulkan gejala jantung bengkak. Ukuran jantung menjadi lebih besar dari ukuran jantung orang normal. Jantung yang bengkak mengakibatkan penderitanya mudah sesak nafas dan berkeringat karena kinerja jantung yang semakin berat.

Untuk menghindari terjadinya gangguan-gangguan pada jantung, maka sebaiknya kita menerapkan pola hidup yang sehat. Mengingat jantung adalah organ terpenting dalam tubuh dan sebagai pangkal kehidupan. Kebiasaan sehat yang dapat dilakukan untuk melindungi jantung dari berbagai penyakit adalah:

  • Olaharaga Teratur
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat (brokoli, kacang merah, bayam)
  • Mengonsumsi makanan tinggi antioksidan (buah delima, teh hijau, jeruk, bayam, buah bit, kurma)
  • Mengonsumsi makanan berserat (biji-bijian, kacang-kacangan, gandum, sereal, buah-buahan, dan sayuran)
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung omega 3 (ikan salmon, ikan tuna)
  • Membatasi konsumsi makanan tinggi kolesterol
  • Membatasi konsumsi makanan tinggi gula
  • Berhenti merokok
  • Menghindari stes dan despresi
  • Menghindari konsumsi minuman berakohol

http://www.cardiacsave.com

Jantung Koroner Dan Penyebabnya

pengobatan-jantung-koroner-tanpa-operasi

Penyakit jantung koroner menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia sekarang ini. Data terakhir yang disebutkan Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO), penyakit jantung koroner dan serangan jantung mendadak masih berada di urutan teratas pembunuh manusia di negara-negara maju. Penyakit jantung koroner dan serangan jantung mendadak menyumbang 60 persen dari seluruh angka kematian.

Persentase kematian yang diakibatkan penyakit jantung koroner ini di negara-negara berkembang, khususnya di Indonesia, mengalami peningkatan. Data yang  dikeluarkan Badan Litbang Kementerian Kesehatan, prosentase kematian akibat penyakit jantung meningkat dari 5,9 persen pada tahun 1975 menjadi 9,1 persen pada tahun 1986, dan  meningkat lagi 19,0 persen pada tahun 1995. Beberapa ahli mengungkapkan, penyakit jantung koroner sekarang sudah menjadi epidemi global, tak mengenal jenis kelamin, negara dan sosial ekonomi.

Memang akhir-akhir ini, pasien penyakit jantung mengalami peningkatan, khususnya di kota-kota besar. Hal tersebut tidak lepas dari gaya hidup sehari-hari orang-orang di kota besar yang penuh tekanan akibat pekerjaan dan tak mengenal waktu. Juga, istirahat yang sangat kurang, tidak teratur, rokok, serta pola makan tidak sehat juga menjadi pemicunya.

Meskipun penyakit ini lazimnya menyerang orang-orang yang relatif sudah berumur 50 tahun ke atas, tapi tidak boleh dijadikan alasan untuk mengendurkan kewaspadaan dan pengetahuan mengenai  penyakit ini sebab penyakit jantung koroner nermula dari kelalaian dalam menjalani hidup ketika masa muda. Faktor lain yang menjadi pemicu penyakit jantung adalah kolesterol tinggi, obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes mellitus.

Obesitas bisa menjadi penyebab penyakit jantung karena terlalu banyak makan. Penyakit jantung koroner juga bisa dari keturunan, jika ada salah satu anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit  jantung koroner, maka kecenderungan akan terkena resiko menjadi lebih besar. Tapi, penyebab paling dasar dari penyakit jantung koroner adalah kelainan metabolisme.
Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyakit jantung akibat rusaknya dinding pembuluh darah. Kerusakan dinding pembuluh darah tersebut karena beberapa faktor seperti radikal bebas yang ada di dalam rokok dan polusi, tingginya kolesterol, diabetes, hipertensi, kebiasaan merokok dan lain sebagainya.

Kolesterol yang tertimbun di dinding dalam pembuluh darah, bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga aliran darahpun tersumbat. Akibatnya adalah fungsi jantung menjadi terganggu. Jantung harus bekerja lebih keras lagi dalam memompa aliran darah.
Semakin lama, arteri-arteri koroner tersebut semakin sempit dan bahkan mengeras. Inilah yang disebut dengan aterosklerosis.

Faktor resiko penyebab penyakit jantung yang berupa radikal bebas. Radikal bebas merupakan ion molekul tanpa pasangan yang terikat pada molekul lain yang mengakibatkan molekul/zat tadi menjadi rusak atau berubah sifat. Contohnya sel-sel pembuluh darah menjadi lekas mati atau pembuluh darah jadi semakin menyempit. Sel-sel yang berubah sifat misalnya sel-sel kanker.

Sumber radikal bebas contohnya:

Asap rokok
Polusi udara
Polusi kimiawi lingkungan seperti semprotan nyamuk, inteksida, cat dsb
polusi elektromagnetik, contohnya radiasi handphone, layar tv, layar monitor dll
Polusi dari dalam tubuh sendiri, contohnya diabetes

Penyakit jantung koroner bisa mengakibatkan:
– Penyakit gagal jantung. Penyakit gagal jantung adalah penyakit jantung akibat dari ketidak mampuan jantung memompa darah secara efektif untuk dialirkan ke seluruh tubuh.
– Aritmia, yaitu suatu ketidak teraturan irama detak jantung.

Orang-orang yang beresiko terkena serangan penyakit jantung antara lain:

Laki-laki yang berusia di atas 45 tahun akan mengalami peningkatan resiko terkena serangan penyakit jantung. Sedangkan wanita mengalami peningkatan resiko setelah berusia 55 tahun.
Para pengidap kolesterol tinggi
Pengidap tekanan darah tinggi
Para penderita diabetes
Perokok, baik aktif maupun pasif
Penderita kelebihan berat badan atau obesitas
Kurangnya waktu istirahat

http://www.cardiacsave.com

Cardiac Save, Obat Jantung Koroner Yang Ampuh Dan Aman

Logo_cardiac_,master

Salah satu penyakit jantung yang paling umum dan sering diderita oleh masyarakat adalah penyakit jantung koroner. Penyebab dari penyakit jantung koroner adalah penyempitan pada pembuluh darah arteri koroner yang diakibatkan adanya tumpukan kolesterol dan protein lain di dalam pembuluh darah tersebut. Penumpukan kolesterol ini akan membentuk plak pada rongga pembuluh darah. Sehingga pembuluh darah menjadi kaku dan aliran darah ke jantung mengalami hambatan, keadaan tersebut biasa dikenal dengan istilah “aterosklerosis”.
Dalam dunia medis, penyakit jantung koroner biasanya diatasi dengan pemasangan ring (stent), operasi bypass, hingga pengonsumsian obat-obatan kimia sintesis. Namun seiring dengan perawatan yang diberikan, penanganan-penanganan tersebut juga memberikan efek samping bagi tubuh.

Efek samping pemasangan Ring Jantung
Pemasangan ring jantung biasanya memakan biaya yang cukup mahal, mulai dari 30 juta hingga 80 juta (tergantung jenis ringnya), itu pun hanya untuk 1 ring. Jika anda mengalami penyumbatan di beberapa titik pada pembuluh darah, maka ring yang dipasang pun harus lebih dari satu. Pada umumnya pemasangan ring hanya bertahan 5 hingga 7 tahun, setelah itu dapat terjadi risiko penyempitan kembali (restenosis) pada pembuluh darah arteri.

Efek samping operasi Bypass
Operasi Bypass merupakan operasi yang menggunakan pembuluh darah dari bagian tubuh lain untuk dibuat bypass (jalan pintas) pada arteri yang mengalami penyempitan. Pasca melakukan operasi bypass, pasien diharuskan mengonsumsi obat pengencer darah agar pembuluh darah bypass dapat bertahan cukup lama. Komplikasi yang dapat terjadi pasca operasi bypass antara lain adalah rasa nyeri, penurunan curah jantung, pendarahan, infeksi luka, dan perubahan tekanan darah.

Efek samping obat-obatan kimia sintesis
Penyakit jantung biasanya diobati dengan pengonsumsian obat-obatan, seperti aspirin reguler, obat penurun kolesterol, beta-blocker, pengambat ACE (angiotensinconverting enzyme), dan lain-lain. Penggunaan obat-obatan tersebut harus sesuai dengan resep dokter. Kendati demikian, obat-obatan kimia sintesis juga mempunyai efek samping. Sebagai contoh aspirin yang memiliki efek samping berupa sesak nafas, mual, muntah, gangguan fungsi hati, ginjal, dan sebagainya.

Solusi Mengatasi Jantung Koroner secara AMPUH dan AMAN dengan ‘Cardiac Save’
Mengingat mahalnya biaya dibutuhkan untuk operasi, serta adanya efek samping yang ditimbulkan dari pengonsumsian obat-obatan kimia sintesis, maka masyarakat pun mulai melirik pengobatan secara alami. Dimana pada umumnya, pengobatan secara alami ini tidak hanya mengatasi penyakit tertentu saja, tetapi juga memberikan manfaat lain untuk kesehatan tubuh.

Pengobatan jantung koroner dapat dilakukan secara aman dengan serangkaian produk ‘Cardiac Save’ yang diproduksi oleh klinik Al KINDI HERBAL. Cardiac save merupakan program medis yang efektif untuk penanganan penyakit jantung secara alami dengan menggunakan paket obat herbal berkhasiat.
Cardiac Save mampu mengatasi jantung koroner dengan bahan-bahan alami yang bersahabat bagi tubuh dan tanpa menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Lalu apa sajakah produk dari Cardiac Save? Simak ulasan berikut ini:

Bromekine
Bromikine mengandung ekstrak buah nanas (Ananas comomus) seberat 437,2 mg pada tiap kapsulnya. Didalam buah nanas terkandung enzim bromelein yang berfungsi untuk mencegah terjadinya arteriosklerosis melalui pengenceran darah dan penguraian sumbatan di pembuluh darah, baik yang dikarenakan lemak ataupun gangguan pembekuan darah.
Obat herbal Bromekine ini pernah ditawar oleh pasar farmasi sebesar 16 milyar rupiah.

Ganodio
Ganodio berperan mendukung fungsi kerja jantung dengan meningkatkan daya angkut oksigen dalam setiap sel darah merah serta sebagai pertahanan sel-sel darah agar tidak mengalami kerusakan. Ganodio juga berfungsi untuk mengurangi efek nyeri dan sesak pada penderita jantung koroner.

Collanide
Collanide merupakan obat herbal yang mengandung senyawa likopen aktif, sebagaimana yang kita dapakan pada buah tomat. Kandungan Likopen pada setiap kapsul Collanide setara dengan yang terkandung pada 6 buah tomat.
Kandungan likopen berperan dalam memperbaiki integritas endotel, melindungi oksidasi kolesterol jahat (LDL) yang dianggap sebagai penyebab utama aterosklerosis, mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah, meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki elastisitas pembuluh darah, menghentikan proses aterosklerosis, serta mencegah penuaan dini.

CordyPine dan Omega-3
CordyPine berfungsi untuk mempercepat metabolisme kolesterol di dalam tubuh. Sedangkan produk Omega-3 berfungsi untuk meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam tubuh. Kedua produk tersebut (CordyPine dan Omega-3) sangat dianjurkan untuk dikonsumsi secara bersamaan agar diperoleh hasil yang optimal dalam menurunkan kadar kolesterol.

Arthosis
Arthosis merupakan produk herbal yang mengandung 48 nutrisi untuk meregenerasi sel-sel jantung yang telah mengalami kerusakan. Dimana proses penyembuhan jantung dengan Arthosis membutuhkan waktu selama 6 bulan hingga 2 tahun. Proses penyembuhan ini memang sedikit lama, karena bahan-bahan yang terdapat di dalam Arthosis adalah bahan alami. Namun setelah masa penyembuhan tersebut, anda akan memperoleh kondisi jantung yang benar-benar sehat kembali.
***
Serangkaian produk herbal dari program ‘Cardiac Save’ diatas diperuntukan untuk mengatasi penyakit Jantung koroner. Selain itu, klinik Al Kindi Herbal juga menyediakan obat herbal untuk mengatasi hipertensi (tekanan darah tinggi). Dimana hipertensi ini merupakan penyebab utama munculnya penyakit jantung koroner.

Haivask
Mengingat bahwa hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah penyebab utama dari penyakit jantung koroner, maka program cardiac save juga menyediakan produk herbal untuk mengatasi hipertensi. Haivask terbuat dari kumis kucing, seledri, dan bawang putih yang berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah dan menurunkan risiko hipertensi.

Sedangkan untuk pencegahan terhadap penyakit jantung koroner, dapat diatasi dengan produk herbal ‘Teh Bolong.’

Teh Bolong
Teh Bolong mengandung senyawa antioksidan yang tinggi sehingga mampu mencegah penyakit jantung koroner. Kandungan dalam Teh Bolong berkerja dengan cara menghalangi Nitric Oxide bertemu dengan oksidan aktif agar tidak terbentuk peroxide nitric. Sehingga integritas endotel pun menjadi lebih kuat, dan lemak tidak dapat menyelinap masuk ke dalam pembuluh darah. Atau dengan kata lain mencegah terjadinya aterosklerosis.
*Pengonsumsian Teh Bolong tidak disarankan untuk pengidap gagal jantung dan gagal ginjal.

http://www.cardiacsave.com

Awas, Kejadian Traumatis Bisa Picu Serangan Jantung Pada Wanita

Young woman in pajamas having heart attack

Penyakit jantung koroner  merupakan penyakit yang diakibatkan oleh pengerasan pembuluh darah arteri (asterosklerosis) atau penggumpalan darah (thrombus) yang menyebabkan aliran darah menuju jantung menjadi terhambat. Sehingga jantung kekurangan suplai darah dan mengalami gangguan dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Apabila penyakit jantung koroner tidak segera diatasi, maka dapat berakibat fatal seperti serangan jantung hingga kematian mendadak.

Sebagian besar penyakit jantung koroner diderita oleh kaum pria. Sedangkan pada wanita yang berusia muda, risiko terserang penyakit jantung koroner cukup rendah. Hal ini dikarenakan wanita mempunyai hormon estrogen, sedangkan pria tidak mempunyainya.

Hormon estrogen berfungsi untuk melindungi dinding pembuluh darah, mencegah asterosklerosis (penebalan dinding pembuluh darah), serta meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol buruk (LDL). Oleh karena itu, kesehatan pembuluh darah dan jantung pada wanita berusia muda lebih terjaga.

Namun, untuk seorang wanita yang telah mencapai fase menopause, kadar hormon estrogen mengalami penurunan. Sehingga risiko terserang jantung koroner pun meningkat. Selain itu, gejala penyakit jantung koroner pada wanita sulit disadari. Sehingga seringkali terlambat terdeteksi dan menyebabkan serangan jantung mendadak.

Beberapa penyebab serangan jantung koroner pada wanita adalah:

1. Penurunan hormon estrogen saat pasca menopause.
2. Penderita obesitas (kegemukan)
3. Penderita diabetes melitus dan kencing manis mempunyai risiko 2 kali lipat terserang jantung koroner
4. Perokok (wanita perokok mempunyai risiko 6-9 kali lipat, sedangkan pria 4-6 kali lipat)
5. Faktor genetik (keturunan)
6. Wanita perokok
7. Mengonsumsi makanan cepat saji yang mengandung tinggi kolesterol
8. Stres berlebihan yang memicu kondisi traumatis

Nah, kali ini kita akan membahas tentang faktor kejadian traumatis yang dapat menjadi penyebab timbulnya penyakit jantung koroner pada wanita.

Mengapa kejadian traumatis menjadi pemicu serangan jantung pada wanita?
Wanita moden saat ini mempunyai tingkat kesulitan hidup yang hampir sama dengan pria. Pasalnya, banyak wanita yang memutuskan untuk berkarir di luar rumah seperti seorang pria. Stres yang dialami akibat pekerjaan, rekan kantor, keuangan, dan rasa lelah seakan menumpuk jadi satu di pikiran. Apabila hal ini dibiarkan berlarut-larut, maka dapat menyebabkan stres yang berlebihan dan memicu kondisi traumatis.

Dikutip dari everydayhealth, sebuah penelitian menunjukkan bahwa seorang wanita yang berusia paruh baya hingga lanjut usia lebih rentan mengalami kejadian traumatis. Kejadian traumatis ini dapat disebabkan oleh kematian seseorang yang dicintainya, pengalaman buruk, ekonomi, atau masalah keluarga yang tak kunjung terselesaikan. Keadaan traumatis dapat meningkatkan risiko serangan jantung hingga 65%.

Keadaan stres berlebihan dan traumatis dapat meningkatkan hormon epinefrin yang merangsang kenaikan tekanan darah dan denyut jantung. Selain itu juga berisiko terhadap kerusakan dinding pembuluh darah. Kondisi tingginya tekanan darah (hipertensi) serta rusaknya pembuluh darah dapat menganggu aliran darah ke jantung, sehingga kinerja jantung pun menjadi terhambat.

Keadaan stes dan traumatis juga  memicu peradangan dan meningkatkan kadar kortisol dalam darah sehingga memperbesar kemungkinan terjadinya penumpukan lemak atau plak di pembuluh darah arteri. Terbentuknya plak pada dinding pembuluh arteri menyebabkan tingginya risiko serangan jantung koroner.
Nah, oleh karena itu sebaiknya hindari keadaan stress berlebihan yang memicu kejadian traumatis. Sesekali pergilah berlibur untuk merelaksasi pikiran atau melakukan olahraga seperti yoga.

Semoga bermanfaat.

http://www.cardiacsave.com

Cardiac Save : Perokok Aktif & Pasif Memiliki Resiko Yang Sama Terkena Jantung Koroner

pidato-tentang-bahaya-merokok

Perokok aktif & pasif memiliki resiko yang sama terkena jantung koronerPenyakit jantung koroner terjadi karena ada penyempitan dan penyumbatan pada pembuluah darah arteri yang menyebabkan laju dara yang membawa pasokan oksigen dan nutrisi bermanfaat menjadi lambat ke jantung.

Dan membuat pasokan oksigen dan nutrisi yang diedarkan oleh jantung berkurang. Sehingga menyebabkan jantung bekerja lebih keras yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada jantung koroner.

Banyak factor yang menyebabkan penyakit jantung koroner. Mulai dari kebiasaan atau gaya hidup yang buruk, pola konsumsi makanan yang tidak terjaga, factor keturunan juga factor yang terjadi karena kurangnya berolahraga.

Kebiasaan atau gaya hidup yang buruk bagi kesehatan jantung koroner, sering kali dilakukan. Karena kurangnya pengetahuan tentang penyakit jantung koroner.

Merokok adalah kebiasaan atau gaya hidup yang sangat mengganggu kesehatan jantung koroner Anda. Mengapa demikian? Karena asap yang dihasilkan ketika roko dibakar atau merokok mengandung nikotin. Nikotin sangat berbahaya bagi pembuluh arteri koroner Anda.

Juga asap rokok menghasilkan gas karbonmonoksida. Gas ini sangat beracun untuk pernafasan manusia jika kita hirup dengan jumlah yang banyak.

Semakin banyak gas karbonmonoksida yang dihirup, semakin sedikit oksigen di dalam darah. Oksigen merupakan gas yang sangat diperlukan dalam kinerja jantung untuk memompa darah yang membawa nutrisi yang bermanfaat ke seluruh tubuh.

Sudah jelas bahwa kebiasaan merokok sangat merugikan kesehatan jantung koroner kita. Kandungan nikotin dan gas CO2 atau karbonmonoksida inilah yang berperan aktif menghambat kinerja jantung pada tubuh.

Karena itu, kebiasaan merokok dapat merugikan perokok dan orang-orang sekitarnya yang terhirup asap dari perokok tersebut.

Menjadi perokok dan perokok non pasif sama besar resiko terserang penyakit jantung koroner. Jika Anda seorang perokok, mulailah dari sekarang untuk mengerti dan memahami bahwa kesehatan jantung koroner Anda sebagai perokok dan kesehatan jantung koroner orang-orang sekitar.

Asap rokok Anda akan merugikan kesehatan jantung Anda dan jantung orang-orang sekitar Anda. Mulailah dari sedini mungkin atau sekarang untuk menghilangkan kebiasaan buruk yakni kebiasaan merokok Anda. Harus sampai berapa nyawa orang yang Anda korbankan akibat dari asap rokok Anda.

Untuk Anda perokok non pasif, jangan sekali-kali mencoba untuk merokok. Rokok mengandung tar. Tar adalah zat yang membuat Anda ketagihan atau menjadi ketergantungan dengan merokok. Urungkan niat Anda untuk mencoba-coba merokok.

Khusus untuk perokok. Berikut dibawah ini penyakit yang akan menyerang orang-orang sekitar Anda karena asap rokok Anda.

  1. Kanker paru-paru
    Perokok pasif sangat mudah terserang penyakit kanker paru-paru. Setiap tahun resiko penyakit kanker paru-paru meningkat 20%.
  2. Jantung koroner
    Kebanyakan menghirup asap akan meningkatkan resiko penyakit jantung koroner. Termasuk dengan sering menghirup asap oksigen, perokok pasif sangat rentan terserang penyakit jantung koroner.
  3. Serang jantung
    Dengan banyak nya asap yang terhirup akan menyebabkan kadar oksigen menjadi berkurang. Hal ini akan memicu tekanan darah tinggi. Ini akan menyebabkan meningkatkan resiko serangan jantung.
  4. Menyebabkan bayi premature.
    Khusus untuk ibu hamil, asap rokok bisa meningkatkan resiko sang bayi lahir premature.
  5. Resiko Sindrom Kemati Bayi Mendadak atau SIDS
    Asap rokok bisa menjadi factor kematian mendadak bayi dengan menjadi perokok pasif.
  6. Anak-anak lebih memiliki resiko tinggi atas gangguan system imun tubuh.
  7. Gangguan pernafasan

Demikian artikel perokok aktif & pasif memiliki resiko yang sama terkena jantung koroner ini. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

http://www.cardiacsave.com

Cardiac Save : WASPADA BAHAYA JANTUNG KORONER

Penyakit jantung koroner dapat disebut juga penyakit arteri koroner yang merupakan salah satu penyebab yang paling utama pada kematian di dunia sekarang ini. Maka dari itu sangatlah penting bagaimana untuk mengetahui sejak dini tentang gejala dan penyebab penyakit jantung koroner ini untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

sakit-jantung-koroner

Gejala penyakit jantung koroner pada pria berbeda dengan penyakit jantung koroner pada wanita. Statistik telah memberikan gambaran bahwa penyakit jantung koroner yang paling umum terjadi pada orang tua dan pria dibandingkan wanita dengan usia yang sama.

Jantung koroner diakibatkan oleh plak di arteri yang sangat berlebihan membuat saluran arteri ini menyempit sehingga tidak mampu untuk memasok darah dan oksigen ke jantung.
Akibatnya aliran darah menjadi terhambat dan orang yang menderita tersebut telah terjangkit penyakit jantung koroner.

Jantung koroner juga mengakibatkan rasa nyeri pada dada dan berujung serangan jantung.

Gejala Penyakit Jantung Koroner Pada Pria :
Seperti penjelasan di awal tadi bahwa penyakit jantung koroner pada pria berbeda dengan penyakit jantung pada wanita.
Sebagai contoh seorang pria akan merasakan nyeri pada bagian dada, sedangkan pada wanita akan sering merasakan lebih cepat lelah dan lemah. Pria yang sedang berusia 40 tahun ke atas memiliki resiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dingan wanita.

Berikut ini gejala yang umum terjadi pada penyakit jantung koroner :
– Perasaan nyeri yang terdapat pada dada seakan-akan ada sesuatu yang mengganjal di dalam dada dan meremas-remas atau disebut dengan angina.
– Perasaan terbakar pada bagian dada.
– Sesak nafas Sesak di bagian dada.
– Perasaan mual.
– Sering pusing .
– Mati rasa pada bagian dada
– Detak jantung tidak teratur dan sering kali cepat.
Jika sesorang mengalami angina, gejala di atas akan sering muncul di saat anda melakukan aktifitas fisik seperti oalhraga. Karena tubuh pada saat itu memerlukan banyak pasokan darah dan jantungpun menuntut arteri untuk memasok lebih banyak darah,namun karena plak atau timbunan kolesterol di dalam arteri dan pembuluh darah yang menyempit maka jantung tidak dapat memompa darah dengan banyak. Jika hal tersebut tidak segera ditangani akan membuat pembekuan darah di dalam arteri sehingga menjadi serangan jantung.

jantung-koroner-300x231

Penyebab Penyakit Jantung Koroner
Berikut ini merupakan penyebab penyakit jantung koroner yang harus anda hindari :

– Melakukan kebiasaan merokok
– Seseorang yang terkena diabetes
– Obesitas Mengkonsumsi minuman beralkohol
– Mempunyai kandungan lemak dan kolesterol yang tinggi
– Faktor keturunan atau genetik
– Sindrom metabolik Tekanan darah tinggi atau hipertensi
– Kelebihan lemak dibagian pinggang
– Penyakit Ginjal Akut Sleep apnea

Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Jantung Koroner Penyakit jantung koroner ini merupakan penyakit kronis yang anda harus dicegah dengan mematuhi apa saja yang menjadi penyebab untuk segera anda tinggalkan. Anda dapat memeriksakan tubuh anda ke dokter spesialis.

Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan pada anda termasuk angigrafi resonansi magnetik, computerized tomography, catherterization koroner, elektrokardiogram dan ekokardiogram.
Obat-obatan yang diberikan dapat berupa obat untuk mengencerkan darah untuk mencegah pembekuan darah, obat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan membuka arteri yang tersumbat. Jika obat tersebut tidak dapat mengontrol penyakit jantung koroner, maka prosedur bedah akan digunakan sebagai opsi pengobatan yang efektif.

Demikian tadi informasi tentang Gejala, Penyebab, Pencegahan Penyakit Jantung Koroner ,semoga dapat memberikan anda pengetahuan untuk segera melakukan gerakan pencegahan penyakit jantung koroner. Anda juga dapat membaca artikel kami seputar jantung .

http://www.cardiacsave.com

Cardiac Save : Penyakit jantung koroner, apakah hanya menyerang orang lanjut usia ?

5

Penyakit jantung koroner atau dikenal dengan jantung iskemik merupakan penyakit yang terjadi akibat penyempitan pembuluh darah arteri koroner. Penyempitan pada rongga pembuluh arteri ini disebabkan oleh adanya timbunan plak yang menempel pada pembuluh arteri tersebut. Penimbunan plak tersebut dapat menimbulkan penebalan dinding arteri (arterosklerosis) sehingga aliran darah bersih ke jantung menjadi terhambat. Pada umumnya, seseorang yang menderita penyakit jantung koroner akan merasakan gejala sesak dan nyeri pada dada, mual sehabis makan, pusing, berkeringat, cepat lelah, nafsu makan berkurang, dan sering merasakan sakit kepala.

Apabila penyakit jantung koroner ini tidak segera diobati, maka lama-kelamaan dapat menyebabkan penimbunan jaringan ikat, perkapuran, dan pembekuan darah yang berpotensi mengakibatkan otot jantung menjadi kekurangan darah. Kondisi ini memicu terjadinya nyeri dada (angina), gagal ginjal, hingga serangan jantung mendadak.

Meskipun penyakit jantung koroner lebih dominan menyerang pria, namun perempuan juga berisiko terserang penyakit ini. Dimana penyakit jantung koroner pada perempuan biasanya ditemukan pada perempuan pasca menopause. Bahkan risiko kematian akibat jantung koroner pada perempuan lebih besar dibandingkan pria.

Lalu Yang Jadi Pertanyaan, Apakah Jantung Koroner Hanya Menyerang Orang Lanjut Usia?
Beberapa tahun lalu, penyakit jantung koroner memang banyak didominasi oleh orang lanjut usia atau sekitar usia 60 tahun. Namun seiring dengan perkembangan zaman yang semakin canggih dan instan, penyakit mematikan ini juga telah banyak menyerang orang di usia muda.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Russell Luepker dari University of Minnessota, Amerika Serikat membutikan bahwa 50% dari partisipannya yang diteliti telah meninggal akibat jantung koroner pada usia di bawah 48 tahun.
Penelitian lain yang disampaikan oleh Dr.dr Julianti Pradono, MS yang merupakan Senior Badan Litbang Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, memaparkan bahwa persentase penderita jantung koroner pada usia sekitar 31 tahun sebanyak 16,9%. Penelitian tersebut dilakukan pada tahun 2011-2012 dengan jumlah responden 5290 orang.
Jadi kesimpulannya: Orang berusia muda juga dapat berisiko terserang penyakit jantung koroner.

Apa Yang Menjadi Penyebab Orang Muda Berisiko Terserang Jantung Koroner?
Adanya risiko jantung koroner pada usia muda ini dikarenakan pola makan para remaja di perkotaan pada zaman sekarang cenderung tidak sehat. Mulai dari pengonsumsian junk food tinggi kalori (seperti burger, pizza, kentang goreng, minuman bersoda), makanan yang terlalu manis, makanan berkaleng, daging olahan, merokok, dan minum minuman berakohol.

Konsumsi makanan tinggi kolesterol terlalu berlebihan tanpa diimbangi makanan berserat (seperti sayuran dan buah-buahan) dapat memicu terjadinya obesitas. Berat badan yang berlebihan dapat memperkeras kerja jantung. Selain itu, banyaknya tumpukan lemak di dalam tubuh memicu terjadinya asterosklerosis dan meningkatkan risiko jantung koroner.
Faktor lain yang menjadi penyebab jantung koroner di usia muda adalah gaya hidup yang tidak teratur, seperti kurangnya beraktifitas, jarang berolahraga, terlalu stress pekerjaan, serta kurang beristirahat juga dapat memicu timbulnya berbagai penyakit seperti hipertensi dan diabetes mellitus. Dimana penyakit hipertensi dan diabetes mellitus merupakan penyebab utama serangan jantung koroner.
***
Memang tidak dapat dipungkiri, tingkat kematian akibat penyakit jantung koroner di perkotaan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Akan tetapi bukan berarti penyakit jantung koroner tidak dapat dicegah dan dihindari. Kita dapat mencegah penyakit jantung koroner sejak dini dengan menjalani pola hidup yang sehat serta sering mengecek tekanan darah dan kolesterol secara berkala.

http://www.cardiacsave.com

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑